Tulisan ini bertujuan untuk mengurangi isi kepala yang mulai meledak. Meledak gara-gara begitu banyak list yang harus diselesaikan dan deadline. Namun ikhlas dan keceriaan adalah jawaban yang tepat, ikhlas untuk menerima yang didapat dan ceria ketika permalahan melanda.
Sudah hampir tiga tahun dan Insya Allah ini adalah semester terakhir dan tahun terakhir nguli, banyak yang didapat dan sangat banyak sekali kerugian. Ya… namanya juga kampus daerah ada yang cara dan ada yang dunno care.
Disetiap semester saya selalu mendapatkan wejangan dari beberapa dosen, ada yang bilang:
“kamu harus serius mau dijalur mana, apakah tetap di jurusan yang kamu ambil sekarang ato bagaimana?”
“Teknik mesin itu pilihan, sebuah pilihan….”
Saya sebenarnya tidak mempermasalahkan jurusan apa yang saya ambil, serius ato tidak, namun saya mengucapkan terima kasih kepada dosen tersebut karena sudah membuka pikiran saya dan menambah kepercayaan diri saya untuk hidup didua alam. Kalau bisa hidup dialam gaib mah mendingan gue ke BI buat mindahin lembayaran demi lembayran ke rumah.
Dari kehidupan didua alam lah, sebuah pemikiran akan terus mengalir dari benak ini. Sebuah pemikiran yang terus menerus terbaharaui lewat rumah ini dan rumah itu. Cuman saya bingung sendiri, apakah seseorang mahasiswa, dosen, karyawan, teknisi, CEO dan lain sebagainya yang mereka memiliki dua keahlian yang bersebrangan dengan keahlian yang dia jalani.




