<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Insurance &#187; 113</title>
	<atom:link href="http://doombloog.com/tag/113/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://doombloog.com</link>
	<description>car insurance, auto insurance, health insurance, etc</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Jan 2012 03:51:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Kampus primitif</title>
		<link>http://doombloog.com/2008/02/19/kampus-primitif/</link>
		<comments>http://doombloog.com/2008/02/19/kampus-primitif/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Feb 2008 13:40:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aaron Holbert</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita kampus]]></category>
		<category><![CDATA[doom]]></category>
		<category><![CDATA[]]></category>
		<category><![CDATA[106]]></category>
		<category><![CDATA[109]]></category>
		<category><![CDATA[112]]></category>
		<category><![CDATA[113]]></category>
		<category><![CDATA[29]]></category>
		<category><![CDATA[30]]></category>
		<category><![CDATA[79]]></category>
		<category><![CDATA[80]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doombloog.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini19 Februari 2008, jadwalnya daftar ulangbagi mahasiswa angkatan 2005. Saya berangkat dari rumah pukul 06.45 wib dan sampai di kampus pukul 07.45 wib. Tepat! Untung ada angkot ngebut, kalau kagak, mungkin diriku tidak akan sampai di kampus, maklum perjalanan dari rumah ke kampus kurang lebih satu jam dan kalau cepat bisa ditempuh dalam waktu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fdoombloog.com%2F2008%2F02%2F19%2Fkampus-primitif%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<p align="justify">Hari ini19 Februari 2008, jadwalnya daftar ulangbagi mahasiswa angkatan 2005. Saya berangkat dari rumah pukul 06.45 wib dan sampai di kampus pukul 07.45 wib. Tepat! Untung ada angkot ngebut, kalau kagak, mungkin diriku tidak akan sampai di kampus, maklum perjalanan dari rumah ke kampus kurang lebih satu jam dan kalau cepat bisa ditempuh dalam waktu 45 menit, itu kalau cepat, dan kalau lagi tidak beruntung bisa ditempuh dalam waktu 1 jam 15 menit lebih. Maklum, Padang sudah mulai tertular macet dan juga dodot masih mengandalkan angkot.</p>
<p align="justify">Ternyata, banyak juga yang datang lebih dahulu dari dodot, waktu memang belum menunjukkan pukul 08.00 wib. Akhirnya dodot bisa mengantri dan memasukkan abo ke Puskom, tapi yang bikin kesal adalah, abo dimasukkan paling pertama kok keluarnya paling terakhir?</p>
<p align="justify">Di kampus tempat dodot kuliah sekarang ini masih menerapkan sistem lama (saya lebih suka menyebutnya kampus primitif). Tata letak bangunan kampus sebarangan seperti kandang ayam, tidak ada taman hijau, jadi kampus tak ubahnya seperti neraka, dan masih banyak lagi, namun yang bikin parah adalah:</p>
<blockquote>
<p align="justify">Di tengah beberapa universitas di indonesia menerapkan ICT, kok kampus gw lelet banget! Parahnya lagi ketika ngurus SKS. Puskom tak ubahnya seperti pasar, riuh, rame, bau ketek! Kampus lain sudah merapkan ICT untuk pengurusan sks, kok kampus gw blon?</p>
</blockquote>
<p align="justify"><span id="more-41"></span>Ya Tuhan&#8230;. apakah setiap semester dan setiap pengurusan semesteran harus menghirup aroma ketek orang lain?</p>
<p align="justify">Malahan, tadi sempat perang kata dengan pegawai puskom. Dan saya cuman bisa tertawa, kalau mengingatnya saya jadi tertawa sendiri. Ada yang pusing, dan ada juga yang takut kalau dia tidak mendapatkan mata kuliah yang diambilnya untuk semester genap ini.</p>
<p align="justify">Saya yang mau minggat dari kampus sudah muak dengan tindakan kampus dan para pegawainya. Tidak hanya masalah pengurusan semesteran, masalah surat menyurat alias surat berharga di bagian registrasi pun baru bisa di urus mulai jam 9, seharusnya kan sudah bisa jam 8. M</p>
<blockquote>
<p align="justify">Pak Rektor!, Kalau nyari pegawai jangan ibu-ibu yang suka ngrumpi pagi-pagi dan bapak-bapak yang suka menung di pagi buta!!! Ingat lo pak, ini adalah kali kedua bapak diangkat sebagai rektor,, ingat itu! Perubahannya mana?</p>
</blockquote>
<p align="justify"><strike><em><strong>BOSAN, KAMPUS PRIMITIF!!! </strong></em></strike></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doombloog.com/2008/02/19/kampus-primitif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa berpolitik? Hmmm&#8230;</title>
		<link>http://doombloog.com/2008/01/19/mahasiswa-berpolitik-hmmm/</link>
		<comments>http://doombloog.com/2008/01/19/mahasiswa-berpolitik-hmmm/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Jan 2008 14:39:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aaron Holbert</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita kampus]]></category>
		<category><![CDATA[104]]></category>
		<category><![CDATA[113]]></category>
		<category><![CDATA[61]]></category>
		<category><![CDATA[80]]></category>
		<category><![CDATA[89]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doombloog.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Rasanya kepengen juga nulis tentang yang atu ini. Tulisan yang pernah dan diketahui keberadaannya dilingkungan kampus. Kampus emang penuh dengan cerita-cerita lucu, aneh, menggelitik, komplit dech pokoknya. Namun dari sekian banyak cerita, si pembuat cerita sama seperti trouble maker bagi cerita atau kisah yang dia bikin sendiri. Mahasiswa berpolitik? Politik ato nggak tetap mahasiswa dikatakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fdoombloog.com%2F2008%2F01%2F19%2Fmahasiswa-berpolitik-hmmm%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<p align="justify">Rasanya kepengen juga nulis tentang yang atu ini. Tulisan yang pernah dan diketahui keberadaannya dilingkungan kampus. Kampus emang penuh dengan cerita-cerita lucu, aneh, menggelitik, komplit dech pokoknya. Namun dari sekian banyak cerita, si pembuat cerita sama seperti trouble maker bagi cerita atau kisah yang dia bikin sendiri.</p>
<p align="justify">Mahasiswa berpolitik? Politik ato nggak tetap mahasiswa dikatakan berpolitik atau sok berpolitik. Bagaimana tidak, mereka menuntut kejelasan dari hal-hal yang tidak lazim, seperti menuntut koruptor, mempertahankan sebidang tanah (memang sih halal karena yang dipertahankannya tersebut adalah lahan publik) dan masih banyak lagi. Kalau ditelisik memang itu bukanlah bidang mereka, namun kenapa mereka ikut campur? Ada apa ini&#8230;</p>
<p align="justify">Permainan politik tidak hanya berbekas disana, dilingkungan kampus sendiri banyak dosen dan civitas akademika yang bosan dengan ulah &#8220;mereka&#8221;, diantaranya tentulah pihak Dekanan dan Rektorat yang selalu dihujat dan ditentang. Mereka menentang hal-hal yang kalau saya pikir-pikir hal tersebut sudah pasti dan memang akan diterapkan dilingkungan kampus yang notabenenya itu adalah peraturan baru ditahun ajaran baru. Namun kenapa hal tersebut mereka tolak? Kenapa? Tak hanya itu, &#8220;mereka&#8221; juga ikut memantau intern kampus seperti ketika pihak rektorat mengadakan proyek seperti pembuatan atau peremajaan fasilitas kampus, kelompok yang nomor pertama mengacungkan tangan untuk menentang atau mempertanyakan adalah &#8220;mereka&#8221; para mahasiswa dengan politiknya sendiri. Memang selaku masyarakat civitas akademika kita harus melakukan hal tersebut lalu bagaimana dengan status manusia berpendidikan yang kita pegang? Saya pernah mendengar perbincangan antara dua orang profesor dijurusan tempat saya kuliah, yang satu masternya dibidang pendidikan alias tamatan dalam negeri, yang atunya lagi master dalam bidang teknik dan pendidikan alias tamatan USI (US &amp; Indonesia). Intinya mereka mengatakan:</p>
<blockquote>
<p align="justify"> <span id="more-28"></span>&#8220;Semakin berpendidikan dan tinggi dejarat pendidikan seseorang orang tersebut tidak akan cepat marah, dia justru akan dengan cepat meredam emosi yang dialaminya [...] perkataannya pun juga tak menyinggung bagi yang mendengarkan.&#8221;</p>
</blockquote>
<p align="justify">Dikampus ada beberapa tempat yang dijadikan sebagai gudang nya aktifitas berpolitik bagi mahasiswa diantaranya MPM, BEM-U, BEM-F, &amp; HIMA. Nah yang menempati urutan puncak dalam hal politik paling keras dan paling dikecam oleh pihak dekanan dan rektorat adalah MPM. Setiap kali Rektorat mengeluarkan peraturan baru mereka selalu diundang bahkan pertentangan selalu terjadi disetiap rapat. Mahasiswa menggebrak meja? Sopankah? Namun itu yang terjadi.</p>
<p align="justify">Mahasiswa memang tak sepantasnya melakukan hal-hal atau kegiatan berpolitik yang terlampau. Namun ada sebagian yang mencari-cari kesempatan untuk hal ini. Entah bosan atau muak dengan perlakuan pihak kampus atau entah bagaimana, mereka melakukan pengerusakan dan keceman-kecaman serta tentangan-tentangan terhadap pihak kampus. Memang tak jelas apa yang mendalangi semua itu. Bahkan pernah saya dapati salah seorang teman yang memang ikut-ikutan berpolitik di mpm justru tidak dihargai ketika dia berkunjung ke Dekanan untuk mengurus beberapa surat untuk keperluan perkuliahannya. Adilkah? Ketika itu, saya cuman terheran-heran, kenapa dengan bapak ini? Setelah diselidik ternyata, teman saya ini pernah menentang pihak dekanan dalam rapat di rektorat mengenai Penerimaan Mahasiswa Baru dikampus, akibatnya ya&#8230;. bisa ditebak kan?</p>
<p align="justify">Berpolitik atau nggak tekanan datang silih dengan berganti. Selain tekanan dari teman-teman dikampus juga tekanan dari para dosen. Untung saya nggak pernah ikutan dengan yang demikian, karena membosankan, memuakkan, dan ngabisin waktu, mendingan hunting buku dan ngeblog.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doombloog.com/2008/01/19/mahasiswa-berpolitik-hmmm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

