Kebetulan udah hitungan mundur untuk minggat dari kampus tercinta. Saya akan tetap datang dan berkunjung karena wifi mu yang sangat cuantik. Berharap bisa menemukan sesuatu yang berbeda namun tapi pagi tadi saya baru menemukan hal baru, yaitu politik kampus itu lebih kejam dari ibu tiri. Mungkin lebih pas nya, polotik kampus sama dengan tukang jagal.
Memang kampus merupakan sebuah tempat yang ideal namun ingat apa tujuan kita ke kampus. Yang pasti tujuan kita ke kampus bukanlah untuk mempelajari bagaimana menjadi pemimpin yang baik (sebuah mimpi yang tak kunjung terwujud) tetapi kita justru memperkeruh keadaan dengan pola pikir amatiran yang kita terapkan dalam dunia politik kampus. Politik kampus tingkat lanjut memang sebuah angan-angan. Saya justru merasa malu kalau ikut dalam politik kampus dan mengikut sertakan otot disetiap permainan.
Banyak memang teman seangkatan yang mulai merambah dunia politik kampus, tetapi saya tetap tidak ngiler untuk menjadi ketua BEM, atau ketua-ketua sejenisnya. Saya lebih memilih go blog dari pada harus menjalani itu semua. Pagi tadi saya sempatkan ke kampus, namun berhubung kampus lagi sepi kagak ada penghuni ya… nongkrong dikantin deh ama salah seorang junior. Eh… ceritanya sudah mulai menjurus ke yang lain-lain. Beberapa semester yang lalu hima jurusan *..sensor* sempat mengadakan acara diluar kampus dan sampai pada saat ini tidak ada laporan apapun tentang acara tersebut dan si ketuanya pun juga berambisi untuk menjadi ketua-ketua di acara yang lain. Ternyata ada salah seorang teman yang mengomentari tentang sepak terjang si ketua tersebut dan perkataan teman saya tersebut pun sampai ke telinga orang yang dikomentari. Akhirnya terjadilah permainan otot.
Saya tidak mempermasalah menang atau kalah yang saya permasalahkan adalah apakah masih relevan mahasiswa main otot? Jenis / golongan mahasiswa apakah dia?
Memang orang yang dikomentari tersebut sudah kadaluarsa hubungannya dengan teman saya yang satu ini (korban gebukin). Tetapi si pelaku memang sudah sepatutnya dibuat kadaluarsa.
Sangat memprihatinkan.
Eit… tunggu dulu. Masih pada pagi hari tadi. Saya sempat berkunjung ke hima sebentar untuk melihat perkembangan terakhir. Tak taunya, Pembantu Dekan III mengamuk. PD II vs ketua BEM. PD III marah-marah lantaran kenapa dilakukan acara pra-PKMB (Pengenalan Kampus bagi Mahasiswa Baru). PD III sempat menampar ketua BEM atas ketidak becusan yang dilakukan. Akhirnya ya… si komandan BEM tersebut pun dironsen. Wakakakakakaka.
Kenapa pra-PKMB dilarang? Kenapa ospek dilarang? Karena saya tidak tau jawabannya!
Kehidupan sebagian mahasiswa dikampus memang tidak lepas dari permainan politik. Saya tutup mata dan tidak ada komentar untuk hal ini.



Oh dunia kampus, kabarnya makin mengenaskan.
imcws last blog post..Alergi Telur
wah.; parah jg yaaaah…..
Fikars last blog post..Qsniffer
ah… main hantam aja
belom selese berevolusi kai
Arms last blog post..orang buta dan lentera
Ngga seperti yang di ceritakan bbrp kolega nampaknya…. Mungkin oknum mungkin bukaaan.. Tp ngga semuanya juga kya gt kaliiii…