Disiarkan lansung dari kampus Quelopi di Padang, sekarnag waktu menunjukkan pukul 17.12 WIB dan permainan sepak bola kembali memanas karena jurusan teknik mesin kalah dalam pertandingan pertama 1:0. Kesempatan ini membuat suporter dari jurusan teknik mesin panas, karena sebelumnya mesinnnya juga sudah di panaskan. Akhirnya penyerbuan pun dilakukan ditemani oleh tatapan rektor langsung dari ruangan rektorat. Dari penyerbuan ini jatuh korban karena kebetulan emang satu orang korbannya yaitu… ya mahasiswa dong, cuman ane kagak tau dia jurusan apa. Yang jelas dia diburu oleh semua orang, semua mahasiswa yang hadir pada saat itu, semua mahasiswa, dan gebukan pertama dikepala oleh kepalan tangan salah satu anak jurusan teknik mesin berhasil mengenai kepalanya, untung dia nggak pingsan, kalau pingsan kan bagus jalan ceritanya.

 

Berita diatas merupakan berita nyata, percaya atau tidak, aksi penyerbuan dan pengeroyokan yang dilakukan oleh mahasiswa kepada salah seorang mahasiswa ntah dari jurusan mana dilihat langsung oleh rektor dan para antek-anteknya. Yang jelas… sewaktu itu rektor dan antek-anteknya terpana, terdiam dan ternganga. Saya pun tertawa, atut, laper, dan ngantuk. Lah emang ngantuk.

 

Aksi penyerbuan ini terjadi karena dikampus kebetulan ada liga antar jurusan untuk memperebutkan piala rektor. Dan pada kesemapatan penyerbuan disore hari tersebut, yang lagi tanding yaitu jurusan teknik mesin vs jurusan manajemen. Mahasiswa jurusan teknik mesin kalah satu kosong dan karena itulah membuat anak jurusan teknik mesin memanas. Ditambah lagi, ada yang memper-olok permainan para pemain dari jurusan teknik mesin. Akhirnya ketanggap juga satu  mahasiswa yang memper-olok tersebut dan dikejar. Orang yang dikejar itu pun lari, eh ternyata dia salah arah dan akhirnya tertangkap masa dan digebukin.  Wakakakaka

 

Namun sayang, saya nggak terlalu menyimak tragedi tersebut karena keburu main di jurusan tetangga. Maklum ada wireless gratis dan kenceng. Tapi sayang mainnya sendiri, ada yang mau nemenin?

 

Nah, yang menggelitik saya adalah kenapa mahasiswa sampai segitu parahnya ketika bermain bola? Saya justru kembali tertawa terpingkal-pingkal karena yang namanya mahasiswa tersebut bukannya mereka harus berpikir jernih dalam setiap kondisi? Lalu kenapa mereka hampir membunuh rekan satu almamater mereka sendiri? Begok kah? Dodol kah? Atau apa…?

 

Cukup sekian laporannya, dan disiarkan langsung oleh quelopi setelah kejadian, satu menit setelah kejadian. Sayang saya tidak memiliki skrinsut atau pidio nyah.