Kasus demi kasus terus bermunculan dan kasus yang terparah dalam sejarah hidup Indonesia adalah korupsi. Malahan yang paling jijik untuk saya dengar adalah:

kita malu memakan hak yang bukan kita

Apakah orang yang mengucapkannya masih waras atau baru hidup di Indonesia? Entahlah, yang jelas mau perkataan tersebut diucapkan setiap kali upacara (upacara kenegaraan, upacara bendera, upacara kematian mungkin masuk karena yang mati adalah bapake koruptor) perubahannya tidak akan pernah, karena presiden Indonesia yang sudah uzur serta tinggal menghitung berapa kali jum’at-an lagi tidak bisa medorong arus yang merusak bangsa ini. Muak, kesal, tapi apalah daya biar mereka mempertanggung jawabkan diakhirat nanti.

Sudah 100 tahun kebangkitan Indonesia, lalu saya ingin bertanya apanya yang bangkit? Jamur korupsi? Jamur kapitalis? Jamur? Panu? Kurap? Atau orang miskin di Indonesia memecah rekor dunia (kali)? Malu dong? Kalau saya jadi pemimpin negeri ini, mau camat atao presiden sekali pun mungkin kepala saya sudah kepala gajah lantaran malu dengan rating yang dimiliki. Lah jangankan negara, blog sendiri yang rating nya turun juga harus mendongkrak habis-habisan pake dongkrak buaya.

Mau 100 tahun kebangkitan dan perayaan kebangkitan nasional apa gunanya? Yang di omongin itu-itu aja, kalaupun ada omongan lain pasti omongannya mengenai ketahanan nasional, lah yang bikin ketahanan nasional ini rusak kan orang yang ngomong nya? Si itu tuh…

Sekarang BBM mau naik. Moncong para pengamat mulai dari pengamat ekonomi sampai perminyakan pun sudah berbusa-busa di tipi menjelaskan dampak besar serta kerugian yang akan ditanggung oleh negeri ini kalau kenaikan BBM terus dilaksanakan. Namun yang kepala gajah tetaplah kepala gajah, bodo amat dia pikir. Malahan ada yang bilang kalau kenaikan BBM ini adalah suatu keputusan politis yang sangat berbahaya. SAya menafsirkannya: orang yang mengatakan hal tersebut adalah orang yang suka dengan rupiah dan tergila-gila dengan kekuasaan. Ngapain mikirin dampak keputusan politik, negeri ini yang perlu diselamatkan. Ini mah dia mikirin apa presiden yang sekarang masih dicintai dan akan diangkat lagi di pilpres mendatang. Ini kan udah jelas kalau yang namanya presiden atau aparatur negara tidak ada yang beres alias pintar ngomong.

100 tahun sudah Indonesia merayakan hari kebangkitan sekaligus perayaan bahwa Indonesia tetaplah Indonesia yang dulu, nggak ada yang berubah.

saya merindukan Indonesia yang maju
indonesia yang bersih
indonesia yang tidak gila dengan rupiah
indonesia yang tidak kolot
indonesia yang tidak kampungan
indonesia yang tidak sok pintar
indonesia yang tidak pintar ngomong
indonesia yang tidak kepala gajah

Saya pesimis dengan perkembangan Indonesia 1 dekade mendatang, liat aja kasus:

Ingin memajukan Indonesia? Tidak harus jadi presiden dan kepala pemerintahan kan? Ingat jangan pilih wakil rakyat dan kepala pemerintahan yang tua, ntar kalau mereka sudah game over dalam masa jabatan kan nambah kasus