Judul tulisan ini memang benar dan tidak ada yang salah saya rasa. Namun disuatu tempat di Sumatra Barat pertanyaan tersebut masih tetap mengudara. Pertanyaan yang masih tetap mengudara dan terlontar dibeberapa nagari di Ranah Minang ini.

Saya baru tahu akan hal ini ketika saya menonton Kaba Ranah Minang di TVRI Sumatra Barat. Nggak biasanya sih saya nonton acara beginian. Bosan. Kebetulan aja “Suami-Suami Takut Istri” lagi break, akhirnya yah pindah channel bentar.

Eh… ada si dubber mengatakan:

Beberapa orang tua-tua di sini (sebuah nagari di daerah Kabupaten Solok Selatan) tidak tau bagaimana bentuk serta bagaimana rasanya menaiki mobil.

Ya Tuhan! Apa saya salah dengar?

Memang diluar dugaan. Mobil? Bentuk mobil? Rasanya naik mobil?

Saya pun jadi bertanya-tanya, apa tugas dari kementrian permukiman dan daerah tertinggal? Apa tugasnya menolong ngabisin duit yang berseliwerah di pemerintahan sono? Atau, menolong membuat bapak-bapak memiliki perut bunci? Kalau memang jawaban saya ini benar, SYUKUR ALHAMDULILLAH.

Berbagai nagari di Ranah Minang ini memang perlu peremajaan alias perlu dikembangkan. Dapat saya katakan bahwa dapat dihitung dengan jari nagari atao kota di Sumatra Barat yang sudah mulai mekar (bukan yang dimekarkan, tapi maksud mekar disini berkembang).

Huh…. nggak bisa berkata banyak lagi.

Popularity: 15% [?]

No related posts.