Beberapa hari ini saya lebih suka menghentikan aktifitas blogwalking sampai jam sembilan malam karena mau nonton pilem yang bagus-bagus disalah satu bioskop tipi. Maklumlah bioskop gratis, tapi… pilem yang kemaren bagus-bagus dan kayaknya harus ada bagian-bagian yang disensor. Kemana nih lembaga sensor, apakah beberapa adegan dalam pilem tersebut memang tidak perlu disensor?

 

 The Passion of Christ

Pilem yang atu ini gue takjub banget, walupun gue adalah seorang muslim. Pilem inilah yang selama ini gue nanti-nanti. Maklum di Padang kelamaan untuk menunggu pilem yang baru-baru, keburu laleran nunggu nya. Dari pada beli DVD toh saya seorang yang ngidap penyakit cepat bosan, mendingan nonton di tipi aja.

passion_of_the_christ.jpg 

Pilem ini memang amat bagus, dan memang perlu dikritik pedas, karena ada beberapa bagian yang tak sepantasnya ditayangkan. Adegan-adegannya pun sungguh diluar akal dan tak terbayangkan apa yang akan terjadi seandainya itu memang benar. Gue nggak tega untuk menulisnya, yang jelas pic ini bisa menjawab.

 passion.JPG

 

 

 The Last Samurai

Pilem ini lah yang saya nanti kemunculannya di tipi, syukurlah ada yang mau menayangkannya. Pilem ini memang sangat banyak adegan yang tidak boleh ditampilkan, seperti adegan penusukan, pemukulan, pokoknya adegan seorang samurai. Memang dari judulnya harus ada adegan seperti itu, cuman… kalau memang ada dan bagi penonton di Indonesia adegan seperti seharusnya tidak ditampilkan mengingat penonton yang mungkin masih belia ato masih anak-anak, aki-aki sih nggak apa-apa. Yang bikin gue terkesan adalah adegan terakhirnya, sungguh mengiris hati. 

last-samurai.JPG 

 

Ah.. nggak ada komen dari saya lagi. 

Kedua pilem tersebut kepengen lagi saya tonton, jadi bagi anda yang mau menyumbangkan CD ato DVD silahken, tapi bukan celanda dalam (CD).

Huih… review dari saya hanya sekedarnya, woi lembaga sensor pilem jangan bobok dong!