Sudah lama tulisan ini dinantikan namun akhirnya bisa nulis juga tentang rumah baru ku ini. Rumah ini masih berada ditempat host yang sama dengan rumah yang lama karena ditempat host tersebutlah ku bisa mendapatkan apa yang kuinginkan ketimbang ditempat host yang lain dan masih mempercayakan walaupun ada beberapa kejadian yang sempat bikin ucgh…. namun ok lah, namanya juga layanan.

Sebelum cerita soal rumah baru, saya mau bercerita dulu tentang rumah lama. Beberapa hari yang lalu saya sempat kaget ketika mencek GPR-nya, ternyata dalam waktu 4 bulan GPR nya sudah 2, syukurlah… dan technorati nya pun terakhir kali saya melihat sudah mencapai angka 80 itu untuk alamat rumah yang lama. Tak disangka-sangka. Akhirnya setelah pikir panjang ditempat pertapaan ku putuskan untuk menujual tuch alamat lewat mas putut, namun ya… karena baru dalam bisnis ini akhirnya ku putuskanlah untuk menghibahkannya ke junior dikampus. Kata si junior sech mereka akan mengelola tuch rumah bertiga (junior semua angkatan 2006), terserah deh saya bilang kan sertifikat tuch rumah udah atas nama kalian jadi kalau kalian hancurkan, jual, dikontrakkan, digadaikan, terserah. Mereka memang butuh bantuan untuk beberapa hal, namun mudah-mudahan akan berjalan dengan baik.

Nah soal rumah baru inilah yang bikin saya jadi nggak enak. Ketika memesan alamat rumah pertama kalinya, tuh alamat memang belon ada yang punya namun ketika sudah dilakukan pembayaran kiranya sudah ada yang memegang alamat tersebut. Dengan pikir cepat secepat akses T1 ku putuskanlah alamat doombloog.com. Kalau ditelaah:

doom = ajal

bloog = (apa artinya?, ku aja baru tau)

Jadi apakah artinya? Ada yang bisa menjabarkannya?

Saya memilih alamat tersebut karena namanya yang menggelegar, dan lagian saya nggak ingin memasukkan nama saya sendiri untuk alamat rumah karena feng shui-nya lah yang kurang bagus, hi hi hi hi.

Dan sekarang ini saya sudah ganti nama menjadi quelopi, nama tersebut juga hasil dari pikir kilat. Pertama kali dapet sih langsung ngecek ke mbah google dan paman yahoo! ternyata memang nggak ada orang yang bernama “quelopi” , ya udah pake nama tersebut aja. Lagian saya kira nama quelopi itu bahasa Minang, emang bahasa Indonesia-nya kue lopi ya?

nb: berhubung rumah lama sudah tidak digunakan lagi saya sudah aktif memakai rumah yang baru, jadi bagi sodara, mas, jeng, abah, nyai, angku, kakek, nenek, paman, bibi, adek, bapak, ibu, datuak, buyuang, silahkan edit bagian kata “dodot” menjadi quelopi dan alamatnya menjadi www.doombloog.com, Terima kasih.