Harus sampai berapa lama lagi Timor Timur konflik? Mungkin pertanyaan demi pertanyaan demikian sudah terus melintas dibenak kita, dan lagi-lagi bekas wilayah Indonesia ini memberikan kejutan. Kejutan yang diberikan oleh negara ini bukanlah kabar baik kalau negara ini sedang memiliki cadangan devisa yang cukup besar atau malah hampir mengalahkan negara-negara tetangganya, namun konflik yang sudah bertahun-tahun menjadi masalah dinegara ini.
Nah, udah tau sendiri kan bagaimana kisahnya. Berbagai pemberitaan di Indonesia tidak menceritakan secara persis hal ini namun cuman menceritakan kalau di Dili sudah terjadi tragedi dor-doran dan Mayor Alfredo Reinado menjadi korban, namun ketika mendengarkan berita-berita terkait, saya jadi bertanya-tanya bagaimana persisnya, nah inilah pernyataan dari Xanana:
”Kejadian ini terjadi pada jam 6.15 pagi, presiden berolahraga pagi di luar kediamannya, dan mendengar tembakan, ia berbalik dan ditembak. Dalam tembak-menembak, Alfredo Reinado dan seorang anak buahnya ditembak mati di tempat dan telah dibawa ke kamar mayat untuk diotopsi dan diproses sesuai ketentuan hukum akan hal tersebut.”
Popularity: 18% [?]
Sebelumnya saya pernah menulis mengenai kisah kapok di Jakarta dan kini kisah kapokdi Pulau Bali. Berapa kilo dari Padang ya? Waduh jauh juga dodot pergi main-main.
Perjalanan dari Bandung rencanya langsung ke UGM namun karena ada masalah dengan waktu mendarat nantinya di Padang dan juga karena rombongan yang dodot pimpin kebetulan pake mobil kampus jadi terpaksa deh kunjungan ke UGM di batalkan dan dodot beserta rombongan langsung menuju tujuan terakhir yaitu Pantai Kuta.
Cukup lama perjalanan dari Bandung – Surabaya -Bali, kagak tau berapa jam, namun bikin kepengen tidur dikasur empuk. Penyeberangan dari Ketepang – Gilimanuk emang bikin kesal begitu juga dengan penyeberangan dari Bakahueni – Merak. Emang “Indonesia” punya. Nunggu beberapa jam baru masuk ke kapal penyeberangan yang pengapnya minta ampun dan bising.
Dodot beserta rombongan mendarat di Bali tepat dini hari, kagak tau jam berapa, namun yang jelas disana masih dingin dan gelap serta ada petugas pelabuhan yang minta surat jalan ditambah dengan “resep-resepnya”, kaget juga pertamanya ketika tuh bapak-bapak minta “resep”, dek gini.. gini… terpaksa deh. Emang “Indonesia punya”.
Sekarang perjalanan dari Gilimanuk menuju Denpasar yang bikin lelah, tetap kekeh rindu tidur dikasur empuk yang lagi nganggur dirumah. Sesampainya di Denpasar, perut lapar, penginapan belum dicari, si guide belum datang, keadaan ketika itu seperti anak ayam lepas dari induknya lias berpencar entah kemana yang jelas harus balik kalau kagak tinggal aja di Bali.
Bahkan di Bali pun tetap rumah makan Padang yang dicari rombongan dari Padang ini. Dodot sih bosan, tapi apa adaya. Ketika sampai dirumah makan tersebut, dodot dan kucingair sudah sangat kelapangan eh ternyata nasi dan sambal mereka sudah habis sama teman-teman yang duluan datang ketempat tersebut, terpaksa deh puasa sampai menemukan tempat makan lainnya. Sambil menanti adanya keajaiban, datanglah seorang yang menanyakan, Dodotnya mana ya? Eh ternyata dialah guide kami ketika itu, dan emang bikin parah.
Popularity: 37% [?]
“Hei bung,” kata seorang penumpang taksi, sambil menepuk pundak sopir taksinya. Sopir itu menjerit dan kehilangan kendali taksinya, nyaris menabrak bus, melompati sisi trotoar, dan berhenti hanya beberapa jengkal dari jendela kaca datar yang besar.
Selama beberapa saat, keadaan sunyi senyap. Lalu, sopir taksi itu berkata, “Ya ampun, kau membuatku kaget setenga mati!”.
“Maaf”, ujar penumpang itu. “Aku tidak mengira tepukan di pundak bisa membuatmu kaget seperti itu.”
“Bukan salah mu,” jawab sopir taksi itu. “hari ini hari pertamaku mengendarai taksi. Selama dua puluh lima tahun aku mengendarai kereta jesazah.”
copypaste dari:
Everyday Greatness by Steven R Covey
Nah saya jadi bertanya-tanya ketika membaca tulisan diatas berulang kali. Apa makna atau maksudnya?? Ada yang tau nggak?
Popularity: 22% [?]





8