Jum’at pagi 15 Februari 2008, menandakan sudah berakhirnya hari yang bernama valentine. Ada yang ngerayakanya dan aja juga yang mengumpat akan hari yang bernama Valentine.

Namun, yang bikin parah adalah bukan penjulan buka dan coklat yang meningkat tajam, namun sebuah pemberitaan dari radio Warna di Singapura yang menyebutkan:

…Valentine’s day di Hong Kong di akhiri dengan aktifitas seksual oleh para remaja…

… dan pihak yang berwenang pun sudah menindak lajuti mengenai kejadian ini…”

Nah kebayang nggak tuh? Ada yang merayakan dengan kegiatan yang positif dan negatif. Cinta kok dipermasalahkan. Bukankah cinta bahasa halus dari permainan seksualitas?