UAS sudah datang bertepatan dengan minggu kedua setelah perayaan taon baru 2008. Dan kali ini saya sangat bersyukur karena sudah berada disemester V dari VI semester yang harus saya selesaikan untuk mendapatkan gelar A.Md bidang teknik mesin, dan yang paling bersyukur lagi adalah untuk semester depan matakuliah yang belum saya ambil hanya tinggal 4 sks dan itu semua adalah matakuliah tingkat 1 semua. Ndak kebayang bagaimana suasana kuliah pada semester VI nanti dengan mahasiswa angkatan 2007
UAS dikampus sudah dimulai sejak hari Senin 7 Januari 2008 dan jadwal UAS saya hanya hari Selasa, Rabu, Jum’at dan Sabtu, hanya empat hari dan setelah itu santai dirumah sambil nyelesaikan tugas akhir yang deadlinenya bulan ini.
Tak disangka-sangka, pada hari Senin malam sakit singgah ke rumah. Sakit kepala dan badang meriang. Ndak tau kenapa yang jelas ini adalah sakit pertama di taon baru dan sakit ini adalah sakit yang biasa saya dapatkan. Saya tidak mengobatinya ke dokter atau ke puskesman lantaran tidak akan sembuh yang parahnya adalah efek samping dari obat yang dikasih. Setahu saya, sakit yang sudah 5 kali saya dapatkan pada taon kemaren ini dan pertama ditaon baru ini adalah sakit karena dunia ketiga, kata orang pinter dan emang iya sech (percaya kagak percaya). Ceritanya begini:
Setiap sore alias setelah mendarat dirumah sehabis dari kampus saya ngebatu bundo kerja dan baru kelar habis magrib dan mandinya selalu pukul 19.00 WIB. Nah, sewaktu perjalanan pulang ke rumah itulah selalu mendapatkan apa yang orang Minang bilang “Tasapo” jika di Indonesiakan “Disapa”. Orang Minang percaya kalau kita melongkahi (katakanlah menyeberang) selokan kecil pada saat magrib dimana selokan tersebut tidak diberi papan sebagai jembatannya maka kita harus minta permisi. Karena disetiap selokan kecil atau galian ada “hal misti” yang bisa bikin: kepala sakit serasa mau pecah, deman, badang meriang, kagak bisa berdiri atau jalan, dan yang kagak bisa makan apa yang dimakan hambar kagak ada rasa. Tengah malamnya saya sudah merasakan akan terkena hal tersebut dan ke esokan harinya tepatnya hari Selasa emang kejadian, kepala serasa mau pecah sampai ke ubun-ubun dan badang meriang + kagak bisa makan, apa yang dimakan rasanya hambar. Bahkan bundo memasakkan dedeng balado kok rasanya hambar, dedengna aja hambar apalagi lado (sambal) nya yang pedas kagak terasa sama sekali.
Read the rest of this entry »

Gempa lagi, eh gempa lagi. Untuk kesekian kalinya pulau Sumatra terguncang gempa. Dan gempa yang satu ini tepat datang pada minggu pertama tahun baru.
Tanggal 4 Januari kemaren pukul 14.33 WIB pulau Sumatra terguncang gempa pertama di tahun baru. Kalau saya ingat-ngat ada cerita lucu dibalik bencana ini. Memang bukan maksud untuk menertawakan bencana, namun hal lucu yang satu ini tak pernah terlupakan.
- Pada tanggal 4 Januari tersebut saya ladi melanglang buana didunia mimpi sehabis dari kampus mengerjakan TA yang masih dalam proses dan kejar target itu. Sampai dirumah tepat pukul 12.30 jadi langsung aja tergeletak tak berdaya. Karena tertidur pulas kok kasur ini bergoyang? Ada apa ini? Mimpi kagak kok bergoyang. Ternyata tetangga sebelah teriak keras, “Gempa…. Gempa….” (dalam bahasa minang tentunya, weleh-weleh). Tak ambil pusing, tidur pun tetap dilanjutin, dari pada merana dimalam hari, maksudnya jam 7 sudah ketiduran jadi kan kagak bisa nonton Naruto, he he he.
- Nah cerita yang atu ini terjadi tahun kemaren tepatnya hari Selasa pukul 15.29 WIB tanggalnya saya lupa, namun ketika itu kuliah tengah berlangsung. Tiba-tiba salah seorang teman berteriak sangat keras, “Woi, gempa… gempa…”. Saya tidak merasakan apapun ketika itu lantaran salah seorang teman menggoyang-goyang bangku yang saya duduki, jadi kagak terasa. Tak lama berselang, kok semuanya lari? Saya pun ikut lari, tapi belakangan, duduk sejenak ngeliat teman panik, barulah lari. Sesampainya diluar, kok lokal kita aja yang merasakan gempa, emang gempalokal? Karena banyak yang panik, saya tertawa terbahak bahak, tertawa lantaran banyak yang taku O ya, siapakah yang paling cepat sampai diluar? Dia adalah bapak dosen. Dan sesampainya diluar, si bapak langsung ngembil daftar hadir dan perkuliahan ketika itu cukup sampai disitu.
- Read the rest of this entry »
Sungguh diluar kehendak.
Hari ini, Sabtu 5 Januari 2008, pagi-pagi sudah OL dan disambung sorenya. Dan betapa terkejut minta ampun ketika membuka blog Dodot Corp dan Rang Minang sudah terdirect. Selidik punya selidik ternyata kejadian ini disebabkan oleh sebuah layanan yang saya pergunakan. Layanan tersebut adalah adverlets, layanan tersebut merupakan layanan yang mirip dengan layanan yang beredar pada saar ini, not like adsense but like affiliate.
Pertama kali membuka saya terdirect dan saya tanya sama om gugle, masuk lewat rumahnya juga terdirect. Dicoba dan dicoba sama saja. Tak berhenti sampai disitu. Saking terkejutnya saya cek semua brach yang saya punya, mulai dari blog dodot, rang minang, dan myladokutu download. Namun yang terdirect cuman Dodor Corp dan rang minang. Kedua blog saya tersebut direct ke:
http://www.adbaaz.com/?dn=www.advertlets.com&flrdr=yes&nxte=js&prvtof=8b2VkUqfXCqb1Q5PugR%2FKB%2BfVMZ5YA%3D%3D
Analisa saya:
- Saya coba cek ke http://www.adbaaz.com/, ternyata sama aja, alias telor kosong
- Saya cek www.advertlets.com, Ya Tuhan! ternyata webnya yang udah kadarluarsa.
Read the rest of this entry »
Beberapa bulan yang lalu komputer saya terserang virus, kagak tau virus apa, namun virus tersebut tidak bisa bertahan lebih lama karena langsung saya suntikkan antivirus. Untungnya berkas-berkas penting tidak ikut hilang. Dari kejadian itu saya jadi mikir, kemana enaknya barang-barang bekas tersebut dibuang.
Syukurnya lagi, kebetulan ada subdomain yang nganggur dan sekalin belajar bikin web tanpa CMS. Utak atik sana-sini, eh ketemu satu jimat. Dipake dah.
Untuk sementara masih berisi beberapa software yang pernah saya gunakan dan kebanyakan memang berlisensi. Jadi… kalau ada waktu akan terus ditambah koleksinya.
www.download.myladokutu.org
Tahun baru 2008 sudah berjalan, namanya bukan tahun baru lagi dong, emang. Dan ditahun baru ini saya ingin menjalaninya dengan penuh optimis dan juga harapan baru. Sebuah harapan yang moga-moga menjadi dan menjadi berkembang.
Tak banyak kata untuk menggambarkannya. Eh tunggu dulu, kata orang tua, sebelum permohonan atau apa yang dilakukan itu terkabul, jangan kasih tau orang lain, ntar kagak jadi, pamalih. Jadi…. saya tidak banyak bercerita tentang harapan ditahun ini. Namun yang pasti adalah saya ingin segera menamatkan perkuliahan dan cepat-cepat minggat dari kampus tercinta.
Oh tahun yang baru….