“Intinya adalah cobalah bentuk komunitas karena di komunitas kita bisa mengembangkan networking. Selebihnya mereka akan menemukan sendiri kira-kira seperti apa manfaatnya. Kuncinya adalah networking. Dengan bikin komunitas, networking akan tercipta, blog kita akan dikunjungi dan ikut sharing sehingga antara blog dan pertemuan secara social tidak perlu dibatasi.”

Kutipan diatas saya comot dari situs Radio Singapura Internasional siaran bahasa Indonesia. O iya, mungkin sebagian ada yang nggak kenal atau baru mengenal RSI, RSI itu apa? komunitas? restoran? RSI adalah salah satu radio yang mengudara di gelombang SW dan streaming yang mengudara dalam 4 bahasa dan salah satunya adalah bahasa Indonesia.

Kali ini RSI ngebahas mengenai Komunitas Blog: Apa Relevansinya? dan narasumbernya adalah mas Budi Putra. Sempat nggak dengar pas onair sih jadi dengernya melalui podcast (masalah blog lagi nih, gimana nggak produsernya aja blogger)

Trend komunitas blogger ini arahnya kemana?

Ya saya kira seperti juga komunitas onlinenya, dimana mereka saling berkomunikasi, sharing, ternyata memang komunitas yang sering bertemu secara offline atau kopi darat itu sangat positif dalam meningkatkan kesadaran untuk terus memanfaatkan blogging sebagai sebuah piranti social yang cukup efektif. Jadi munculnya banyak komunitas online seperti Blogger Minang, Surabaya, Semarang, Jogja, Malang, Anging Mammiri, itu adalah suatu hal yang perlu terus didorong dan diharapkan provinsi lain juga membuat komunitas, kalau perlu tidak perlu berbasis provinsi tapi komunitas lain yang lebih kecil seperti satu kota. Ini akan terus berkembang dan memang kita membutuhkan sentuhan social di era virtual, globalisasi, dimana kita lebih banyak bertemu secara maya dan ternyata pertemuan secara alamiah, secara social, menjadi kebutuhan dan akan mempercepat pertumbuhan dunia blogger itu sendiri.

Dari segi kegiatan blogging sendiri, manfaat riil apa yang bisa didapat?

Secara langsung tidak ada. Tapi ini networking. Jadi ketika blogger datang ke kopdar dan memperkenalkan diri itu kan pintu masuk bagi orang lain yang sudah aktif ngeblog untuk juga berkunjung ke blognya

Jadi memperluas networking ya?

Networking, social marketing, promosi dan upaya untuk semakin mendekatkan diri dengan teman-teman yang lain. Karena blog ini walaupun trend global, tapi komunitasnya cenderung mengecil. Jadi misalnya di Anging Mammiri, nah mungkin di Sulawesi sendiri ada yang kecil-kecil, di Malang ada yang kecil yang mungkin bukan berbasis territorial atau daerah tapi bisa jadi kepentingan atau minat. Misalnya ada komunitas blogger khusus kuliner. Itu asalnya bisa dari daerah manapun. Ada juga misalnya komunitas blogger otomotif. Jadi bisa berdasar daerah atau topik atau minat.

Contoh kegiatan yang menarik yang bisa dilakukan komunitas blogger apa?

Dari yang sudah saya lihat kayak Semarang dan Makassar, mereka aktif melakukan workshop atau pelatihan blogging untuk pemula. Jadi mereka bekerjasama dengan warnet untuk menyediakan tempat untuk pelatihan dan membuka peluang bagi siapapun untuk belajar ngeblog. Jadi ini menurut saya bisa mempercepat munculnya blogger baru atau paling tidak mengedukasi orang untuk melihat blogger itu apa, blog itu apa? Saya membayangkan kalau kegiatan komunitas blogger ini didisain sedemikian rupa, saya kira banyak pihak yang tertarik bekerjasama sehingga kegiatan itu bisa berkelanjutan dan pada akhirnya akan meningkatkan basis blogger di daerah atau blogger yang tertarik atau isu tertentu di dalam blogosfer.

Saran anda untuk komunitas blogger?

Intinya adalah cobalah bentuk komunitas karena di komunitas kita bisa mengembangkan networking. Selebihnya mereka akan menemukan sendiri kira-kira seperti apa manfaatnya. Kuncinya adalah networking. Dengan bikin komunitas, networking akan tercipta, blog kita akan dikunjungi dan ikut sharing sehingga antara blog dan pertemuan secara social tidak perlu dibatasi.

Nah udah ketauan belangnya kan. Networking dan networking itulah inti dari ngeblog dan komunitas. Blog akan terus berjaya dikemudian hari dan yang paling ditakutkan mungkin blogger akan menjadi seorang yang individualis, apa iya?