January 19th, 2008Mahasiswa berpolitik? Hmmm…
Rasanya kepengen juga nulis tentang yang atu ini. Tulisan yang pernah dan diketahui keberadaannya dilingkungan kampus. Kampus emang penuh dengan cerita-cerita lucu, aneh, menggelitik, komplit dech pokoknya. Namun dari sekian banyak cerita, si pembuat cerita sama seperti trouble maker bagi cerita atau kisah yang dia bikin sendiri.
Mahasiswa berpolitik? Politik ato nggak tetap mahasiswa dikatakan berpolitik atau sok berpolitik. Bagaimana tidak, mereka menuntut kejelasan dari hal-hal yang tidak lazim, seperti menuntut koruptor, mempertahankan sebidang tanah (memang sih halal karena yang dipertahankannya tersebut adalah lahan publik) dan masih banyak lagi. Kalau ditelisik memang itu bukanlah bidang mereka, namun kenapa mereka ikut campur? Ada apa ini…
Permainan politik tidak hanya berbekas disana, dilingkungan kampus sendiri banyak dosen dan civitas akademika yang bosan dengan ulah “mereka”, diantaranya tentulah pihak Dekanan dan Rektorat yang selalu dihujat dan ditentang. Mereka menentang hal-hal yang kalau saya pikir-pikir hal tersebut sudah pasti dan memang akan diterapkan dilingkungan kampus yang notabenenya itu adalah peraturan baru ditahun ajaran baru. Namun kenapa hal tersebut mereka tolak? Kenapa? Tak hanya itu, “mereka” juga ikut memantau intern kampus seperti ketika pihak rektorat mengadakan proyek seperti pembuatan atau peremajaan fasilitas kampus, kelompok yang nomor pertama mengacungkan tangan untuk menentang atau mempertanyakan adalah “mereka” para mahasiswa dengan politiknya sendiri. Memang selaku masyarakat civitas akademika kita harus melakukan hal tersebut lalu bagaimana dengan status manusia berpendidikan yang kita pegang? Saya pernah mendengar perbincangan antara dua orang profesor dijurusan tempat saya kuliah, yang satu masternya dibidang pendidikan alias tamatan dalam negeri, yang atunya lagi master dalam bidang teknik dan pendidikan alias tamatan USI (US & Indonesia). Intinya mereka mengatakan:
“Semakin berpendidikan dan tinggi dejarat pendidikan seseorang orang tersebut tidak akan cepat marah, dia justru akan dengan cepat meredam emosi yang dialaminya [...] perkataannya pun juga tak menyinggung bagi yang mendengarkan.”
Dikampus ada beberapa tempat yang dijadikan sebagai gudang nya aktifitas berpolitik bagi mahasiswa diantaranya MPM, BEM-U, BEM-F, & HIMA. Nah yang menempati urutan puncak dalam hal politik paling keras dan paling dikecam oleh pihak dekanan dan rektorat adalah MPM. Setiap kali Rektorat mengeluarkan peraturan baru mereka selalu diundang bahkan pertentangan selalu terjadi disetiap rapat. Mahasiswa menggebrak meja? Sopankah? Namun itu yang terjadi.
Mahasiswa memang tak sepantasnya melakukan hal-hal atau kegiatan berpolitik yang terlampau. Namun ada sebagian yang mencari-cari kesempatan untuk hal ini. Entah bosan atau muak dengan perlakuan pihak kampus atau entah bagaimana, mereka melakukan pengerusakan dan keceman-kecaman serta tentangan-tentangan terhadap pihak kampus. Memang tak jelas apa yang mendalangi semua itu. Bahkan pernah saya dapati salah seorang teman yang memang ikut-ikutan berpolitik di mpm justru tidak dihargai ketika dia berkunjung ke Dekanan untuk mengurus beberapa surat untuk keperluan perkuliahannya. Adilkah? Ketika itu, saya cuman terheran-heran, kenapa dengan bapak ini? Setelah diselidik ternyata, teman saya ini pernah menentang pihak dekanan dalam rapat di rektorat mengenai Penerimaan Mahasiswa Baru dikampus, akibatnya ya…. bisa ditebak kan?
Berpolitik atau nggak tekanan datang silih dengan berganti. Selain tekanan dari teman-teman dikampus juga tekanan dari para dosen. Untung saya nggak pernah ikutan dengan yang demikian, karena membosankan, memuakkan, dan ngabisin waktu, mendingan hunting buku dan ngeblog.


January 19th, 2008 at 3:11 pm
setuju mas, mendingan hunting buku aja, bermanfaat, ngeblog jg bermanfaat kan
ojat’s last blog post..Jalan-jalan Sabtu Ini
@ojat:
hunting terus…
January 19th, 2008 at 3:57 pm
setuju.. namanya juga mahasiswa, mendingan belajar aja lah
jimmy’s last blog post..Istri kedua
@jimmy:
belajar tentang kehidupan kali yach
January 19th, 2008 at 4:51 pm
klo gw juga setuju…mending mahasiswa mikiran kuliahnya dulu agar bisa memikirkan kemajuan bangsax ntar-ntar…jgn ikut ngerecokin..cukup politikus ja…
anno’’s last blog post..Monumen ‘Ground Zero’, Bali
@anno’:
ngomong-ngomong politikus suka makan bakso tikus ya
January 19th, 2008 at 10:20 pm
Penting juga sih belajar berpolitik, sebab selama ini, kita-kita ini sebetulnya korban politik yang kotor itu. Tapi, sampai gebrak meja sih kelewatan juga…
Donny Reza’s last blog post..Re-Post
@donny reza:
sangat kelewatan banget boss kalau gebrak meja
January 19th, 2008 at 11:40 pm
Berpolitik dikampus asalkan jelas juntrungannya baik juga dan jadi proses belajar berekspresi, tapi kalau sampai kasar harusnya malu sendiri….kita sering mengaku “orang timur” tapi kok ya etikanya pada hilang entah kemana. Tapi kalau baca buku? nah itu jelas penting!!
Noe’s last blog post..Lagu-lagu Selamat Pagi Dunia
@noe:
orang timua katanya mau berubah menjadi orang barat, trus gimana?
January 20th, 2008 at 5:15 am
oh gitu yah..yang selama ini hanya mengetahui kehidupan perkuliahan di indonesia melalui blog
Dy’s last blog post..buat teman-teman semua
@dy:
itulah salah satu keuntungan dari blog, halah
January 20th, 2008 at 9:36 am
gw terkesan ama kata-kata yang di “blockquote”.
kalo gw introspeksi diri kayaknya derajat pendidikan gw masih blom tinggi walo gw uda duduk di perguruan tinggi.
)
Salam kenal
(kemaren lupa bilang salam kenal
dapot_chro’s last blog post..Nonbar Pertama Ku
@dapot_chro:
profesor kali…
January 22nd, 2008 at 1:28 pm
hmm, kalo menurut gw, definisi berpolitik di sini masih kabur.. karena secara umum, ikut organisasi mahasiswa kaya MPM, BEM, HIMA dkk itu menurut gw ga bisa disebut berpolitik, karena ada bagiannya di lembaga2 itu yang berguna untuk mengembangkan kompetensi keilmuan, seni olahraga, dll..
dalam kasus ini, mungkin definisi berpolitik itu turut campur dalam kebijakan2 publik yang dikeluarkan oleh pihak rektorat atau pemerintahan bukan? padahal definisi berpolitik itu masih lebih luas lagi..
terlepas dari tindakan2 tidak sopan yang dilakukan oleh ‘oknum’ aktivis itu, lembaga2 politik mahasiswa (jika masih mau disebut lembaga politik) tetap masih dibutuhkan..
iLm@N’s last blog post..Dicari: Provider Internet Murah Indonesia
@ilm@n:
bener banget, namun ada beberapa kalangan yang justru melakukannya dan sangat memperkeruh masalah jadinya
January 23rd, 2008 at 5:28 am
hmm… kalau yang digunakan istilah politik susah juga ya. Seperti komentar mas iLm@n di atas bahwa definisi politik itu luas banget! Saya juga setuju kalau organisasi kemahasiswaan itu perlu.
imsuryawan’s last blog post..Tulisan Dalam Rangka Perayaan HUT 38 STT Widya Bhakti
@imsuryawan:
definisi politik sangat luas dan luas, namun definisinya apa yach? googling dulu ah
January 30th, 2008 at 5:38 am
Aku senang sama ucapan sang Dosen.
Yap itulah orang arif yang punya derajat.
Balisugar’s last blog post..Web Hosting ku
March 11th, 2008 at 9:30 am
[...] disangka-sangka, lagi-lagi ada sangkut pautnya dengan mahasiswa yang berpolitik. Banyak teman yang mengatakan kalau dia menjatuhkan nama saya atas nama poliktik namun saya [...]