Ih kukunya item, mak item dong

Gambar diatas saya comot dari Deutsche Welle, ketika mengecek bloglines ketemu cerita ginian. Banyak blogger yang ngebahas soal ginian, seperti mas Andibagus. Dan banyak kisah pilu dibalik kejadian ini. Mulai dari ada yang mengganti menu yang sebelumnya cukup dengan gorengan tahu dan tempe sekarang karena kedua makanan enak tersebut sudah lenyap beralih ke sambal terasi + nasi putih.

Deutsche Welle menulis:

“Memasuki tahun 2008, pengusaha tahu dan tempe dikejutkan dengan melonjaknya harga kedelai yang gila-gilaan. Akibatnya laba tipis dari penjualan pun sukar diraih. Bahkan bukannya untung, malah merugi. Beberapa pengusaha kecil menyiasati dengan memperkecil ukuran tempe. Itupun tak begitu membantu mendongkrak keuntungan. “

Hilang sudah satu menu andalan dipiring makan. Dari sebelumnya kita bisa menemukan gulai kepala ikan + tahu kini berubah menjadi gulai kepala ikan + asam kandis. Bener-bener hilangin nafsu makan saya dong kalau ditambah asam kandis. Bundo biasanya masak gulai kepala ikan + tahu, namun karena belakangan ini tahu dan tempe langka di pasar, jadinya yach beralih deh sambalnya ke goreng kepala ikan + cabe merah.

Dengan hilangnya menu gorengan dan menu dipiring akankah kita mau melepas kepergian tahu dan tempe?