January 16th, 2008UAS hanya sebatas formalitas
UAS pasti datang diakhir semester walaupun tidak diundang dan UAS kita bisa melihat siapa saja yang persiapannya matang dalam semester yang akan dilewati tersebut. Namun saya melihat UAS hanya sebagai sebuah formalitas dan kenapa harus dilaksanakan? Lebih baik tanpa UAS dan hanya tugas saja.
UAS dan UAS dan UAS. Banyak cerita dari UAS tersebut. Sampai pada saat UAS pun saya menderita sakit dan bela-belain ke kampus hanya untuk UAS. Dan akhirnya yach… pulangpun dianter ama teman. Banyak duka dan suka dari UAS, namun di semester V ini UAS yang saya hadapi semua bisa dikatakan UAS Open Book (Open Source kali). Bahkan soal yang berstatus “Close Book” pun berubah menjadi “Open Book”. Namun yang terpenting bagi teman-teman ketika itu adalah nilai di Lembaran Harian Semester aman-aman saja dan lebih mengambil resiko ketika UAS.
Hari pertama UAS bagi saya dimulai dari hari Selasa sampai hari Sabtu dan dalam minggu ini cuman UAS pelengkap aja alias UAS untuk memenuhi nilai seperti presentasi laporan dan sebagainya. Hari pertama UAS soal sudah berstatus “Open Book” walaupun mata kuliah pada saat itu termasuk dalam kategori berat yakni hitung-hitungan dan hari kedua juga sama, hitung-hitungan juga. Hari ke tiga barulah teori. Nah dihari ketiga inilah soal berstatus “Close Book”. Saking takutnya banyak teman-teman yang memilih jalur aman yakni dengan seleksi penguji atau pengawas ujian. Di incar pengawas yang terbaik menurut mereka, saya pun ikutan dari pada tewas ntar sewaktu ujian dan kagak belajar lagi malam harinya (kalau pun belajar nggak dapet ama sekali apa yang dibelajarin, jadi lebih baik ngeblog). Nah kebetulan si bapak dosen yang mengajar mata kuliah tersebut tidak datang ketika UAS berlangsung jadi semuanya aman dan benar-benar aman. UAS untuk mata kuliah yang atu ini dilakukan di tiga ruangan berbeda dengan pengawas yang ketiduran semua. Bener-bener ketiduran, ada yang asik memerika tugas, ada yang bener-bener sama dengan tidak mengawas dan ada yang ngantuk berat. Saya berada dilokal yang pengawasnya bener-bener ngantuk berat, jadi ya…. ambil resiko aja dengan “Open Book” diatas meja. Dari ketiga ruangan tersebut tidak ada yang mematuhi perintah atau status dari soal mereka semua mengambil jalan yang terbaik bagi mereka. Jadi pada hari yang satu ini bisa dikatakan sama sekali tidak UAS namun di UAS-kan.
Sungguh berbeda dengan beberapa kampus yang saya ketahui. Dikampus yang satunya lagi alias kampus tetangga mungkin sebaliknya. Dan saya justru terkejut ketika berkunjung ke ITB semester lalu. Mahasiswanya nurut dan memang ada keinginan untuk belajar berbeda dengan kampus tempat saya kuliah sekarang ini. Kalau tidak salah di ITB ketika itu sedang ada ujian (tidak UAS, tapi pokoknya ujian gitu). Pengawasnya tidak ada, kalau pun ada lokalnya yang bermasalah, lokalnya kecil sampai berjubel ke luar ruangan. Namun yang berada diluar asik ngerjakan soal walaupun tas dipangkunya. Mungkin kondisi serupa akan menjadi kebalikannya dikampus saya. Selagi masih bisa open book, yo silahkan dibuka.
Nah saya jadi mau bertanya, kalau melihat kondisi tersebut kenapa UAS masih dijalankan? Bukankah UAS=tidak UAS? Kalau pun memang demikian UAS hanya menjadi formalitas belaka alias sebagai pemberi kabar ke pihak rektorat kalau sudah UAS di jurusan yang atu. Pihak jurusan juga sudah mengetahuinya mungkin karena jurusan saya terkenal akan kebaikan hati dosennya kali yach. Masih di fakultas yang sama, jurusan yang dosennya paling baik adalah jurusan yang saya ambil sekarang ini dan jurusan yang paling kiler dosennya adalah jurusan tetangga yaitu jurusan Elektro. JAdi berbanding terbaik atau dibalikkan?
Kalau cuman sekedar formalitas kenapa UAS dilangsungkan, mahasiswa sebaiknya diberikan tugas lapangan aja. Survei misalnya dan hasil surveinya tersebut harus dipertanggung jawabkan, bukan asal-asalan survei saja. Banyak yang asal-asalan survei, bahkan tidak pergi survei pun dosen mengetahuinya dan untuk laporannya mahasiswa yang atu ini mengcopy laporan senior mereka. Saya mah kagak berani, terlalu beresiko kalau dipikir-pikir.
Jadi, UAS atau tidak UAS sama saja dijurusan saya. Nah apakah ketika UAS kemaren anda berkelakuan sama dengan yang saya alami atau bener-bener belajar dan kalau pun ada kesemapatan anda tidak melakukannya (open book misalnya)?.


January 16th, 2008 at 1:07 am
kembali ke masing2 org sih. Kalau buat aku dan bbrp temanku UAS itu ajang ngetes skill dan ajang belajar brg. krn cuman pas UAS lah anak2 kelasku dulu menguasai foodcourt dan dijadikan tmpt belajar
UAS yg mendadak jd closebook yg nyebelin. Soalnya dr ga ngafal teori cukup memahami aja, bs brantakan. Untung ga pernah ngalamin. Nyaris 1 kali tp langsung telp dosen dan langsung boleh open.
Bagaimanapun jg mayoritas Mhs Indo tuh msh not self education. maksudnya ga mau blajar sendiri. kalau ga ada UAS, mereka ga mau blajar. Di kampusku sih kalau brani ketahuan nyontek pas UAS. namamu akan terkenal krn dipasang di ruang akademis gede2 dengan keterangan “MENCONTEK”. wehehehe
Seenggaknya dg UAS, mhs bs memaksa diri mereka untuk belajar. termasuk juga saya. weheheh
@Shireishou:
Bener juga sih, namun mungkin karena suasana dan lingkungan serta penduduk jurusan tempat saya kuliah kurang baik, yang jelas ujian kagak ujian suasananya sama nggak ada beda.
January 16th, 2008 at 4:24 am
UAS = Ujian Akhirnya Serius…
Praditya’s last blog post..Usai Sudah Tugas Saya…
@Praditya:
Bener lagi nih, namun dikampus UAS=ketawa ketiwi
January 16th, 2008 at 4:45 am
Bukannya skripsi dan sidang itu yang formalitas? Hohohoho ^o^
@LiSan Skywalker:
Kalau skripsi gimana yach? Kalau skripsi formalitas, tesis dan disertasi serta yang lainnya gimana dong?
January 16th, 2008 at 4:55 am
uas kan —> Ujian ini
agaknyaAdalah Sama dengansebelumnyahehehhee (dari soal yang dibuat, poin 2x yg berlaku…. yg ditanyakan… ga terlalu kreatif –> dan banyak mahasiswa yg belajar dari soal tahun dulu wakkakakak :P)shinobigatakutmati’s last blog post..catatan harian seorang demonstran mahasiswa peternakan
@shinobigatakutmati:
Wah nampaknya harus bikin portofolio buat soal-soal semester nih
January 16th, 2008 at 10:02 am
uas, capek deh hehehe, mendingan uang *hoho
ojat’s last blog post..FGPE
@ojat:
uang kan harus dicari dulu, mendingan bobok lagi.
January 16th, 2008 at 11:41 am
jadi ingat masa-masa itu!
tony’s last blog post..Zodiak
January 16th, 2008 at 11:43 am
komen saya kok nggak masuk!!!
@tony:
nih masuk, maklum pending dulu….
January 16th, 2008 at 11:43 am
nampaknya ada yg salah dgn CommnetLuv
@tony:
CommenLuv-nya jalan, memang saya nggak masukin antispam gitu, mendingan alamiah, ada yang lulus jadi tertampil dan ada yang kagak lulus dan pending moderation
January 16th, 2008 at 2:49 pm
Saya juga heran. Di kampus saya yang ndeso, cuma sedikit UAS yang openbook. Lho, sudah mahasiswa kok disuruh ngapalin? Memangnya anak SMP?
Hehe.. jadi curhat
Mardies’s last blog post..Tololpedia: Parodinya Wikipedia (Asli Lucu)
@Mardies:
Itulah dunia kampus… terheran-heran lah anda.
January 16th, 2008 at 2:56 pm
dulu waktu masih kuliah yang namanya uas gak pernah dianggap serius nyatai aja
ayahshiva’s last blog post..(Mungkin Ini) Kesempatan Terakhir Saya
@ayahshiva:
Santai boss, teringat lagunya Roma Irama
January 16th, 2008 at 3:25 pm
kadang juga saya berfikir begitu, kemaren saya say cabut dari UAS.. hahahaha
byk yg cari saya..
seharian jadi artis
aRuL’s last blog post..Kopdar TPC dan TV
@aRul:
wah jadi kepengen tau bagaimana kepanikan yang terjadi…
January 16th, 2008 at 3:34 pm
kayaknya kita bakal serius belajar jika kita berada di tempat yg berasa kita dirantau dach, sehingga kita bener2 harus berjuang untuk mendapatkan nilai yg bagus shg ortu kita gk merasa disia2kan menyekolahkan kita jauh-jauh, nach kayak ginilah kasus utk ITB, ttp coba kasus utk UNAND bisa jadi mhsiswa asal JKT lebih giat belajar.
Tapi itu semua juga kembali ke orangnya lagi sich…wehehehe
anno’’s last blog post..Bandara Internasional Minangkabau, Sumbar
@anno’:
Kembali ke orangnya dan juga sanggupkah orang tersebut melawan lingkungannya
January 16th, 2008 at 3:49 pm
liat judulnya aja udah ketahuan ya.aku juga udah slese uas, tapi nilai belum kluar,baru besok!mudah2an juga cuma formalitas.hehehe..lam kenal mas dodot
bina (gombez)’s last blog post..Strategi SEO dengan trade dan exchange link! Hati-hati..!
@bina (gombez):
Wah besok yach? Saya keluarnya bulan depan… liburan lagi-liburan lagi…
January 16th, 2008 at 4:11 pm
haiya mau jadi apa generasi muda ini….
goyangan’s last blog post..Angelina Sondakh Nggak Diundang Makan-makan
@goyangan:
mau jadi artis kali
January 16th, 2008 at 6:01 pm
wahh… gak pernah makan bangku kuliahan see.. cuman yang jelas, semua ada maskutnya lah.. UAS punya tujuan , UAN juga begitu… heheheh…
Btw, salam kenal aww..
Anak Medan’s last blog post..Its Great Folks, A Beauty Saturday !
@Anak Medan:
Memang benar, punya tujuan, tujuannya apa?
January 16th, 2008 at 10:12 pm
hohoho..mau jadi apa bangsa ini..hihihi..
ntar deh tunggu saya jadi rektor, akan saya tetapkan peraturan “jika ketahuan menyontek, maka nilai semester ini akan di batalkan semua” hehehe..mengkhayal…
Dy’s last blog post..nostalgia dulu ya..
@Dy:
Nilai semester dibatalkan? Waduh ngamuk ntar semua mahasiswanya….
January 17th, 2008 at 1:20 am
Apa sih yang serius dikerjakan orang di bangsa ini?
Semua sekedar “abang-abang lambe”, mulai dari anak sekolah, kuliah, orang kerja….bahkan para pejabat juga gak serius ngurus rakyat.
Barangkali kita perlu lagi untuk belajar “sekedar” menjadi manusia kemabali.
Tentunya manusia “sejati”.
Orang yang lulus menjadi manusia pasti lulus menjadi rakyat,
Orang yang lulus menjadi rakyat barulah ia dapat lulus menjadi pemimpin rakyat.
Btw, selalulah berpikir dan bertindak positif.
Sukses selalu!
@Ndoro Seten:
Segalanya harus dilakukan dengan tindakan positif dan yang terpenting sekali adalah kita dapat bertindak sebaik-baiknya sesuai apa yang kita mau (yang positif tentunya) serta seberapa mampukah anda melawan nilai negatif dari lingkungan anda. Terima kasih Ndoro Seten, komen yang bagus.
January 17th, 2008 at 1:37 am
saya setuju soal survey itu harusnya survey nya jangan maen2 or nyontek dari laporan senior,tapi diseriusin dan harusnya terjun langsung (praktek) di lapangan. jadi tau sulitnya menimba ilmu dan lebih menghargai arti pendidikan itu sendiri, bukan hanya hura2 saja selama kulya,, *maaf emosi, keinget sama kelakuan bbrp temen2 saya dulu pas kulya yang asal nyontek2 laporan dari senior2 mereka,,huhuhuhu*
ika’s last blog post..Tak terjamah Pak Pos
@ika:
Yoa, selain itu bagaimana membuat mereka jera? Banyak hal yang dilakukan dan mereka selalu mendapatkan jalan keluar yang negatif alias diakali.
January 17th, 2008 at 2:05 am
Indahnya kuliah tanpa ujian.
imcw’s last blog post..20 Rahasia Tersembunyi WindowsXP
@imcw:
Seandainya menjadi kenyataan
January 17th, 2008 at 4:03 am
Survey adl usulan yg menarik
Dan menurut saya, apa yg diujikan di survey bukanlah berupa laporan formal. apa yg harusnya jadi pertanyaan adl pengalaman slm survey itu sendiri. Gimana rasanya, apa kendalanya, apa saja pelajaran yg bisa dipetik dsb. Mirip2 pertanyaan yg diajukan ketika outbound gitu deh
Dg demikian, hasilnya bisa subyektif.
Tapi ya gitu, dosen yg nguji mau ngga ya

@Guntar:
Semester ini saya dan teman-teman mendapatkan tugas survei lapangan dari dua matakuliah dan sewaktu dipresentasikan reaksi si bapak dosen bukannya menanyakan pengalaman atau apa yang mas Guntar katakan, justru dia menguji kemampuan presentasi dan hal-hal lainnya yang tidak sepantasnya diulas. Membosankan sekali.
January 17th, 2008 at 4:03 am
dilematis sich…
tapi jujur ajah, di dunia kerja loe tuch ga harus apal semua rumus kali.. yang penting tau kapan dan dimana harus digunakan..
tapi keterlaluan juga sich kalo rumus yang simpel ga apal-apal…
contohnya saya jurusan penerbangan, trus ada mata kuliah statistik.. ga perlu khan saya apal rumus-rumus statistika yang ga jelas ituh… yang penting, ketika dibutuhkan kita bisa ngegunain…
tapi kalo ada kuliah dinamika terbang, walowpun rumus-nya njelimet, tapi, kalo bisa kita apal, karena bakal terus-terusan kepake…
(hah…ngomong apa gw???)
yaaa…gitu dech… mau UAS ga UAS, mau serius ga serius, ujung-ujungnya yang rugi atw beruntung khan kita juga…
anjrot sez..loe udah kaya ibu-ibu ajah… damn!!! :p
-maaph, saya lagi kesel sama adik saya yang ga pernah belajar buat SPMB
sez’s last blog post..untuk kalangan terbatas
@sez:
Adiknya jangan dimarahi, biarkanlah berkembang, wakakakaka
Sewaktu di SMK, setiap kali UAS saya 100% ndak pernah belajar alias semuanya bisa dijawab dengan benar. Dan syukurlah bisa dapet PMDK dikampus yang sekarang ini
January 17th, 2008 at 4:58 am
Jaman dulu UAS diadakan memang untuk menguji ilmu yang dipelajari murid.
Sampai dimana mereka menyerap segala ilmu yang telah diberikan sang guru.
Tapi sekarang sudah berganti, UAS diadakan hanya untuk menagih SPP aja.
Edi Psw’s last blog post..Jatim Park dan Selecta Malang
@Edi Psw:
Hmm… SPP, kampusnya dimana mas?
January 17th, 2008 at 5:47 am
Ah jgn dipikirkan UAS pormalitas apa ngga, yang jelas UAS itu suatu proses yang harus tetap di jalankan, Intinya gak harus perfect, tapi berada di wilayah aman
@raffaell:
Aman? Lewat tol dong. Aman tau nggaknya mungkin saya hanya mengatakan biarkanlah lingkungan kampus yang berbicara, banyak teman-teman dari tingkat S1 angkatan saya yang ingin serius namun dikalahkan oleh lingkungan, nah lewat tol pun demikian.
January 17th, 2008 at 5:47 am
UAS nya di bawa ke rumah apsti lebih asyik, bisa ngerjain sambil nonton tipi :d
detnot’s last blog post..Tante Rosa…
January 17th, 2008 at 6:12 am
Mas dodot blogger dari mana?Riau ya?
bina (gombez)’s last blog post..Strategi SEO dengan trade dan exchange link! Hati-hati..!
@bina (gombez):
Saya blogger dari Padang
January 17th, 2008 at 7:06 am
La kalau di tempat saya, jelas gak formalitas mas! la UAS nya anak SMA itu seperti penentuan lhooo! hehehehe.. kasian yang dapat formalitas.. hehehehehehe…
gempur’s last blog post..Sisi Lain Monkasel
@gempur:
Sungguh aneh negeri ini, sangat aneh bukan di aneh-aneh hi
January 17th, 2008 at 7:49 am
Masa siy bro?? Ridu lagi jungkir balik neh, ngapalin buat ntar uas hiks…
ridu’s last blog post..Dikecewakan Cindy
@ridu:
bener, ditempatku belajar nggak belajar, ngapalin atau nggak, lou bisa dapet A hanya dengan sebungkus rokok atau pandai-pandai dech ngambil hati dosen
January 17th, 2008 at 11:17 am
hahaha… gak tau gw kalau anak kuliah *wong gw masih SMA*.
tapi gw juga berpikir kalau yang namanya ujian SMA di Indonesia sama sekali gak worth. sama aja kayak kasus UN. gara2 standar digedein, eh bocor sana sini, tim sukses sana sini… buat apa UN? (curhat colongan)
Nisa’s last blog post..Salah Kirim
@nisa:
formalitas kah UN? UAS aja menurut gw nggak apalagi UN, di SMK dulu sech percuma aja pengawas diperbanyak, satu lokal dua atau tiga, toch mereka seperti orang arisan (ngumpul dan ngrumpi maksudnya) ketimbang ngawas
January 17th, 2008 at 2:52 pm
wah enak beut UAS nya…
kalo saya serem euy open book kalo perintahnya closed book… bisa2 langsung di-skors satu semester (ketahuan nyontek pas hari ke-n UAS maka semua hasil UAS sebelum hari ke-n dianggap 0)
@linda:
terkadang kampus seperti neraka dan surga
January 18th, 2008 at 2:15 am
heheheh..yah..resiko sih,kalau aku jadi rektor,atau jd istri rektor sekalipun..huahauaua.. sebenarnya itu yang diterapkan di sini (red : jepang)..
Dy’s last blog post..nostalgia dulu ya..
@Dy:
gitu yach?
Apa kata indonesia?
January 18th, 2008 at 3:47 am
UAS??? jangankan UAS, masuk kuliah aja belom.. hihi..
tapi insya Allah akhir januari mulai kuliah hihi.. doain ya..!!!
@waterbomm:
moga di taon ini bisa kul yo…
January 18th, 2008 at 3:36 pm
Kalo aku sih setuju dengan adanya UAS.
Soalnya itu adalah jalan terbaik untuk mengetahui sejauh mana kita memahami materi kuliah yang disampaikan dosen. (dengan catatan : UAS harus sportif)
Tapi kalo keadaanya kayak yang kamu bilang ya sama aja boong UAS tersebut.
dapot_chro’s last blog post..Antara Liga Inggris dan Suporter Indonesia
@dapot_chro:
Maklum…. mahasiswa memiliki banyak karakteristik