Pete emang kebutuhan bagi sebagian masyarakat Indonesia, tapi yang bikin parah bukan bau, rasa, renyah, atau dimasak dengan apa, tapi “kok sambal dodot udah tiga hari belakangan ini pete!?”, itu baru parah.
Udah tiga hari ini dan sampai tulisan ini dimuat, sambal yang mendarat masih pete, pete, pete, dendeng balado + pete, ikan tingkol balado + pete, besok apa ya? Apa masih pete lagi? Aduh bundo… kenapa pete melulu? Dodot kan kepengen makan soto.
Pete oh pete, kenapa kau terus menemani diri ku
nb: pete bahasa minangnya patai, ingat “P A T A I”, hixz
Popularity: 11% [?]
Kapok emang bener-bener kapok. Kalau di inget-inget mungkin kisah di Jakarta adalah kisah ke berapa ya dalam perjalanan dari Padang-Bali taon kemaren. Taon kemaren kebetulan dikampus ada acara angkatan dikampus ke industri, ya.. seperti kunjungan industri gitu. Nah taon kemaren kebetulan Dodot Sumridot menjadi komandan untuk acara tersebut, lumayan bikin repot. Mulai dari pertama kali ditunjuk sampai akhir acara sungguh pengalaman yang tak terlupakan.
Keberangkan dari Padang dengan tujuan akhir Bali dimulai ketika UAS dan semester pendek selesai, waduh jangan tanya tanggalnya saya sudah lupa. Di perjalanan banyak ketemu masakan minang yang bervariasi, namun sayang perjalanan yang panjang tersebut yang dicari cuman masakan Padang, di Jakarta-Bandung-Surabaya-bahkan Bali pun tetap kekeh mencari masakan Padang, saya sih bosan, tapi apa daya.
Disederetan kisah tersebut, kisah ketika di Jakartalah yang bikin malu, bener-bener malu abis…. Berhubung susahnya mencari tempat untuk mendarat akhirnya mendaratlah mobil berlogo kampus XXX diparkiran masjid Istiqlal, saking lapernya berhamburanlah semua turun dan pada kagak tau kemana. Namun sayang… teman-teman pada makan-makanan enak saya makan nasi goreng di pertigaan kantor Pertamina Pusat (itu tuch simpang tiga dekat masjid Istiqlal ama pertamina).
Lagi asik makan ada yang nawarin minum,
mbak: “Mas mau minum apa?”, Aqua?
Read the rest of this entry »
Popularity: 18% [?]
Internet emang menjadi permasalahan atau dipermasalahan ya? Namun teramat sayang kalau Indonesia di taon ini masih tetap memiliki akses internet yang masih sama saja ditaon kemaren dan yang terpenting kapan murahnya? Apakah akses internet di Indonesia masih mahal?
Bulan Maret tahun lalu pemerintah Singapura memperkenalkan rencana pembangunan infrastruktur infokom nasional generasi baru. Konon, saat rencana ini terwujud, kecepatan internet di Singapura bisa mencapai 50 kali lebih cepat daripada yang dimiliki saat ini.
Tulisan diatas saya comot dari Radio Singapura Internasional, kebetulan saya ikut e-buletin jadi ada info baru dari RSI masuk ke inbox. Tak cuman kabar dari Singapura, bahkan ini yang bikin takjub, lagi-lagi main comot dari situs teknoinfonya milik bang Raffaell Sanzio.
Seorang nenek nenek sedang menggunakan internet dengan akses tercepat di dunia, nenek nenek yang berusia 75 tahun menggunakan internet dengan kecepatan 40 gigabits-per-second fiber-optic di sebuah kota yang bernama Karlstad yang dipercayai koneksi ini adalah koneksi yang tercepat untuk sebuah residental di dunia, Karlstad city. kurang dari 2 detik, Lothberg dapat men download full-length movie kedalam computer nya — ratusan kali lebih cepat dibandingkan residential connections di tempat lainya, kata Hafsteinn Jonsson, kepala Karlstad city network unit. Jonsson dan anaknya Lothberg, Peter, bekerja sama untuk menginstall koneksi ini.
Read the rest of this entry »
Popularity: 15% [?]
Lama-lama hiatus juga nggak asik, nggak asik lantaran banyak cerita asik dari teman-teman yang bisa ngilangis stres ketika menjani perjalanan TA. Puyeng banget, ditambah harus ke rumah dosen agar nggak ditembak mati ketika ujian nanti.
Dikampus jadi teringat blog ini. Hiatusnya diudahani apa nggak yach?
udahan?
nggak?
Ah puyeng, udahan aja ah… mumpung sekarang lagi santai jalanin TA nya.
Popularity: 14% [?]
“Intinya adalah cobalah bentuk komunitas karena di komunitas kita bisa mengembangkan networking. Selebihnya mereka akan menemukan sendiri kira-kira seperti apa manfaatnya. Kuncinya adalah networking. Dengan bikin komunitas, networking akan tercipta, blog kita akan dikunjungi dan ikut sharing sehingga antara blog dan pertemuan secara social tidak perlu dibatasi.”
Kutipan diatas saya comot dari situs Radio Singapura Internasional siaran bahasa Indonesia. O iya, mungkin sebagian ada yang nggak kenal atau baru mengenal RSI, RSI itu apa? komunitas? restoran? RSI adalah salah satu radio yang mengudara di gelombang SW dan streaming yang mengudara dalam 4 bahasa dan salah satunya adalah bahasa Indonesia.
Kali ini RSI ngebahas mengenai Komunitas Blog: Apa Relevansinya? dan narasumbernya adalah mas Budi Putra. Sempat nggak dengar pas onair sih jadi dengernya melalui podcast (masalah blog lagi nih, gimana nggak produsernya aja blogger)
Trend komunitas blogger ini arahnya kemana?
Read the rest of this entry »
Popularity: 18% [?]
Rasanya kepengen juga nulis tentang yang atu ini. Tulisan yang pernah dan diketahui keberadaannya dilingkungan kampus. Kampus emang penuh dengan cerita-cerita lucu, aneh, menggelitik, komplit dech pokoknya. Namun dari sekian banyak cerita, si pembuat cerita sama seperti trouble maker bagi cerita atau kisah yang dia bikin sendiri.
Mahasiswa berpolitik? Politik ato nggak tetap mahasiswa dikatakan berpolitik atau sok berpolitik. Bagaimana tidak, mereka menuntut kejelasan dari hal-hal yang tidak lazim, seperti menuntut koruptor, mempertahankan sebidang tanah (memang sih halal karena yang dipertahankannya tersebut adalah lahan publik) dan masih banyak lagi. Kalau ditelisik memang itu bukanlah bidang mereka, namun kenapa mereka ikut campur? Ada apa ini…
Permainan politik tidak hanya berbekas disana, dilingkungan kampus sendiri banyak dosen dan civitas akademika yang bosan dengan ulah “mereka”, diantaranya tentulah pihak Dekanan dan Rektorat yang selalu dihujat dan ditentang. Mereka menentang hal-hal yang kalau saya pikir-pikir hal tersebut sudah pasti dan memang akan diterapkan dilingkungan kampus yang notabenenya itu adalah peraturan baru ditahun ajaran baru. Namun kenapa hal tersebut mereka tolak? Kenapa? Tak hanya itu, “mereka” juga ikut memantau intern kampus seperti ketika pihak rektorat mengadakan proyek seperti pembuatan atau peremajaan fasilitas kampus, kelompok yang nomor pertama mengacungkan tangan untuk menentang atau mempertanyakan adalah “mereka” para mahasiswa dengan politiknya sendiri. Memang selaku masyarakat civitas akademika kita harus melakukan hal tersebut lalu bagaimana dengan status manusia berpendidikan yang kita pegang? Saya pernah mendengar perbincangan antara dua orang profesor dijurusan tempat saya kuliah, yang satu masternya dibidang pendidikan alias tamatan dalam negeri, yang atunya lagi master dalam bidang teknik dan pendidikan alias tamatan USI (US & Indonesia). Intinya mereka mengatakan:
Read the rest of this entry »
Popularity: 10% [?]
Ukuran, yach ukuran. Ada yang suka ukuran besar dan ada yang suka ukuran kecil. Namun ukuran yang satu ini menurut saya sangat berpengaruh. Bagaimana tidak, selain dapat membuat bandwidth kriting juga akan membuat si pengakses bakalan rugi waktu apalagi kalau tempat dia mengakses memiliki speed atau kecepatan yang lumayan.

Gambar diatas memperlihatkan bahwa ukuran sangat mempengaruhi kecepatan dan bisa-bisa bandwidth yang bakalan kriting atau gimanalah gitu….
Kriting atau nggaknya, yang jelas siapa yang mau mendapatkan speed transfer blog dengan ukuran yang besar? Alkisah, dengan memiliki tiga branch, Dodot Corp tetap bisa diakses dengan waktu yang lumayan juga bandwidthnya sih 8GB.
Read the rest of this entry »
Popularity: 9% [?]

Gambar diatas saya comot dari Deutsche Welle, ketika mengecek bloglines ketemu cerita ginian. Banyak blogger yang ngebahas soal ginian, seperti mas Andibagus. Dan banyak kisah pilu dibalik kejadian ini. Mulai dari ada yang mengganti menu yang sebelumnya cukup dengan gorengan tahu dan tempe sekarang karena kedua makanan enak tersebut sudah lenyap beralih ke sambal terasi + nasi putih.
Deutsche Welle menulis:
“Memasuki tahun 2008, pengusaha tahu dan tempe dikejutkan dengan melonjaknya harga kedelai yang gila-gilaan. Akibatnya laba tipis dari penjualan pun sukar diraih. Bahkan bukannya untung, malah merugi. Beberapa pengusaha kecil menyiasati dengan memperkecil ukuran tempe. Itupun tak begitu membantu mendongkrak keuntungan. “
Hilang sudah satu menu andalan dipiring makan. Dari sebelumnya kita bisa menemukan gulai kepala ikan + tahu kini berubah menjadi gulai kepala ikan + asam kandis. Bener-bener hilangin nafsu makan saya dong kalau ditambah asam kandis. Bundo biasanya masak gulai kepala ikan + tahu, namun karena belakangan ini tahu dan tempe langka di pasar, jadinya yach beralih deh sambalnya ke goreng kepala ikan + cabe merah.
Read the rest of this entry »
Popularity: 12% [?]
UAS pasti datang diakhir semester walaupun tidak diundang dan UAS kita bisa melihat siapa saja yang persiapannya matang dalam semester yang akan dilewati tersebut. Namun saya melihat UAS hanya sebagai sebuah formalitas dan kenapa harus dilaksanakan? Lebih baik tanpa UAS dan hanya tugas saja.
UAS dan UAS dan UAS. Banyak cerita dari UAS tersebut. Sampai pada saat UAS pun saya menderita sakit dan bela-belain ke kampus hanya untuk UAS. Dan akhirnya yach… pulangpun dianter ama teman. Banyak duka dan suka dari UAS, namun di semester V ini UAS yang saya hadapi semua bisa dikatakan UAS Open Book (Open Source kali). Bahkan soal yang berstatus “Close Book” pun berubah menjadi “Open Book”. Namun yang terpenting bagi teman-teman ketika itu adalah nilai di Lembaran Harian Semester aman-aman saja dan lebih mengambil resiko ketika UAS.
Hari pertama UAS bagi saya dimulai dari hari Selasa sampai hari Sabtu dan dalam minggu ini cuman UAS pelengkap aja alias UAS untuk memenuhi nilai seperti presentasi laporan dan sebagainya. Hari pertama UAS soal sudah berstatus “Open Book” walaupun mata kuliah pada saat itu termasuk dalam kategori berat yakni hitung-hitungan dan hari kedua juga sama, hitung-hitungan juga. Hari ke tiga barulah teori. Nah dihari ketiga inilah soal berstatus “Close Book”. Saking takutnya banyak teman-teman yang memilih jalur aman yakni dengan seleksi penguji atau pengawas ujian. Di incar pengawas yang terbaik menurut mereka, saya pun ikutan dari pada tewas ntar sewaktu ujian dan kagak belajar lagi malam harinya (kalau pun belajar nggak dapet ama sekali apa yang dibelajarin, jadi lebih baik ngeblog). Nah kebetulan si bapak dosen yang mengajar mata kuliah tersebut tidak datang ketika UAS berlangsung jadi semuanya aman dan benar-benar aman. UAS untuk mata kuliah yang atu ini dilakukan di tiga ruangan berbeda dengan pengawas yang ketiduran semua. Bener-bener ketiduran, ada yang asik memerika tugas, ada yang bener-bener sama dengan tidak mengawas dan ada yang ngantuk berat. Saya berada dilokal yang pengawasnya bener-bener ngantuk berat, jadi ya…. ambil resiko aja dengan “Open Book” diatas meja. Dari ketiga ruangan tersebut tidak ada yang mematuhi perintah atau status dari soal mereka semua mengambil jalan yang terbaik bagi mereka. Jadi pada hari yang satu ini bisa dikatakan sama sekali tidak UAS namun di UAS-kan.
Read the rest of this entry »
Popularity: 21% [?]
UAS sudah pergi dan menjauh untuk akhir semester ini. Setelah berjuang selama 4 hari ditambah dengan sakit kepala yang belum sembuh-sembuh. Kini akhirnya selesai juga. Untuk semester V kali ini saya hanya mengambil 20 sks alias hanya 9 mata kuliah. Niatnya mabil 24 dan 4 sks tersebut adalah pendidikan kewarganegaraan dan ilmu kealamiahan dasar. Namun dua mata kuliah dengan beban 4 sks tersebut dempet melulu selama 4 semester belakangan ini. Kalau bisa kelar semuanya kan jumlah sks ku bertambah menjadi 124 sks dan bisa diwisuda Maret mendatang dan masuk rekord diwisuda 2,5 tahun untuk D3. (Ngarep nya sih).
UAS dan UAS, kini yang dipusingkan bukan UAS lagi, namun tugas akhir. Kapan ya selesainya? Paling tidak dengan selesainya UAS kini bisa bekerja dan konsen dengan tugas akhir tersebut. Semoga cepat selesai dan saya pengen nyantai. Semester v ini merupakan semester tersibuk yang pernah saya lalui. Harus pergi sana dan pergi sini, harus ngurus sana dan ngurus sini. Akibatnya, kagak bisa makan enak, makanan somay kesayangan pun tidak bisa disantap enak jadinya.
Semester depan saya mengahrapkan bisa nyantai, gimana nggak. Jika tugas akhir sudah selesai dan sudah ujian tugas akhir serta segala keperluan untuk tersebut sudah selesai berarti semester depan saya bisa santai kuliah dengan beban 4 sks. Sungguh benar-benar santai. Berapa hari ngampus yach? AH bikin jadwal satu hari aja untuk kedua matakuliah tersebut. Jadi ke kampus hanya satu kali dalam seminggu, kan enak…
Read the rest of this entry »
Popularity: 14% [?]