Rabu morning, tugas proyek akhir harus selesai dan pagi-pagi ke pasar dech nyari lontong dari pada perut lapar ketika bekerja di wordkshop. Masalahnya sudah dua minggu ini proyek akhir yang sudah diseminarkan tersebut masih belum ada kemajuan, proposal perlu diperbaiki lagi. Ya… Tuhan! Sebelum makan lontong, kebetulan disebelahnya ada loper koran, jadi baca koran dulu. Niatnya nyari majalah PCMEDIA dan sekawan, tetapi malah menemukan salah satu koran daerah yang beritanya pernah saya tulis sebelumnya dan kabar dari si bapak dosen tersebut memang benar dan juga celotehannya akurat (kagak akurat benar sech).
Beritanya kagak panjang sampai satu halaman penuh, tapi enak dibaca dan itulah yang namanya koran. Saya baca sepintas lalu baru makan lontong dan setelah makan lontong barulah di baca sepuas-puasnya, sempat kagak bayar sech, tapi si bapak lopernya baik hati kok. Semoga korannya laris yo Pak.
Isu tersebut memang sudah mencuat ketika bulan lalu, dan semakin mendekati tanggal yang diramalkan kayaknya isu tersebut terus membara. Si penyebar isu tersebut bernama Jucelino Nobrega da Luz. Seorang guru SMU. Paranormal?? Tak tau lah, mantan pelatih aja bisa menjadi nabi apalagi guru. Namun saya tidak terkejut apakah dia guru, kepala sekolah, pelatih, tukang masak atau apakah pekerjaan lainnya, namun ada satu kalimat yang bikin saya sakit hati, kecewa, dan ketauan bodohnya negara ini.
“… yang sengaja menyampaikan informasi itu untuk mencari popularitas dan imbalan uang dari pemerintah Republik Indonesia…”
Popularitas bisa dibenarkan, namun sambungan kata selanjutnya tidak bisa dibenarkan. Ada apa dengan pemerintah Indonesia? Saya jadi kepengen mengetahui alasan pemerintah Indonesia membuat perbuatan demikian, apakah pulau Sumatra ini mau dijual?? Kalau iya, saya mau tawar: 1 seribu dan gratis tiga langsung saya borong!!! Dan berikut ini adalah pernyataan wakil Gubernur Sumatra Barat atas pemberitaan tersebut:
“… Sejak awal saya tidak pernah mempercayai isu itu, apalagi kini terungkap dia hanyalah seorang guru SMU, dan kini sudah ditangkap aparat berwajib setempat karena dituduh telah memalsukan dokumen negara…”
dan
“Terkait dengan berbagai persiapan yang telah dilaksanakan di Bengkulu, seperti penetapan lokasi pengungsian, penunjuk jalan menuju tempat evakuasi dan pemasangan tenda di pengusian serta simulasi, menurut Gubernur, semuanya sama sekali tidak ada kaitannya dengan isu tersebut“
Tidak mempercayai? Apakah ada kata selain itu pak? Kalau tidak ada kaitannya dengan isu tersebut, lalu kenapa pemerintah Kota Padang dan sekitarnya malah was-was dan melakukan latihan siaga bencana kemaren? Dan Siaga tsunami lagi! Yang salah kata siapa?
Saya hanya bisa tertawa belakangan ini. Sekarang hari kamis 20 Desember 2007 tepatnya hari raya Idhul Adha dan pada tanggal 25 Desember 2007 hari raya Natal dan yang terpenting bagi saya pada tanggal 25 Desember itu adalah pertemuan blogger Minang. Nah sejak tanggal 17 dan 18 Desember kampus sudah sepi dan mahasiswa sudah mulai mudik. Acuh tak acuh dengan perkuliahan, mungkin karena murahnya mendapatkan nilai dikampus kali yach. Kemaren saya ke kampus, betapa sepinya kampus, seperti kuburan. Nah yang bikin saya ketawa adalah, bukan hanya mahasiswa yang mudik, tetapi para dosen juga ikutan mudik. Dari dosen yang kampungnya di Padang justru mencari-cari alasan kalau kampung dia yang sebenarnya adalah di Bukittinggi atau di Padang Panjang atau di manalah daerah di Sumatra Barat ini.
Jadi bisa ditarik kesimpulan bahwa:
- manusia memang takut mati (karena tidak pernah mencoba meninggal kali! Tapi kalau ada yang percaya reinkarnasi berarti dia pernah mencoba meninggal dong?)
- dosen seorang yang ilmiah juga percaya hal yang tidak masuk dalam tatanan ilmiah ini
- percaya kagak percaya, yang penting kita liat aja kejadiannya. Benar kagak?
Tapi kalau benar berabe dech gua. Tinggal didekat Teluk Bayur lagi….
Nah menurut anda bagaimana atas sikap pemerintah Indonesia dan pemerintah Daerah yang daerahnya dijadikan sebagai isu?


December 20th, 2007 at 2:34 am
Berarti kita masih bisa berjumpa lagi…
December 20th, 2007 at 3:08 am
wah ternyata itu hoax aja, cuma buat cari sensasi aja
gitu kok ngakunya profesor
December 20th, 2007 at 5:42 am
Iya manusia memang takut mati… Bisa juga di karenakan masih banyak dosa yg bLm di bayar…
December 20th, 2007 at 6:28 am
Profesor gadungan dipercaya hihihihi…
Salam kenal yah Dot, mo tukeran link? ^o^
December 20th, 2007 at 8:12 am
ada ada saja ulah orang jaman sekarang ini
December 20th, 2007 at 12:55 pm
gak di sana gak di sini… “ketenaran” adalah agama baru ?
December 20th, 2007 at 1:47 pm
bikin sensasi kan gakpapa, tapi kalo udah segitunya.. ehmmm … pikir sendiri deh.. hehehehehehehehehe….
December 21st, 2007 at 4:55 am
aku mau buat sensasi disini aja deh, hmm… gelar professor blog aja daripada dapet hoax hehehe:P
December 21st, 2007 at 4:31 pm
mau tenar kali tuh orang..
tenar dengan cara yang aneh.. kek siapa ya.. waktu ntu yang menemukan sebuah… agh udah lah.. urusan dia.. hehe.. mending kalo mao tenar liwat blog.
December 22nd, 2007 at 2:38 am
mau tenar?
loncat aja dari Monas
December 24th, 2007 at 12:08 pm
???
dodot’s last blog post..Profesor Brazil tersebut sudah ditangkap, namun warga masih was-was dan percaya
December 24th, 2007 at 12:51 pm
Naaah.. akhirnya bisa dibaca juga posting ini..
Hmm… bisa dimengerti sih kalau warga panik, karena pernah mengalaminya… mungkin dalam hal ini pemerintah harus lebih aktif lagi memberitahukan kepada masyarakatnya untuk tidak membuat keputusan yang tidak rasional.
Biar gimanapun warga bisa panik karena kredibilitas pemerintah itu sendiri. Lebih percaya orang brazil daripada vulcanologist negeri sendiri. Pemerintah emang harus lebih proaktif, bukan reaktif…
adit’s last blog post..The Laziest Time
December 24th, 2007 at 3:14 pm
yah mungkin maksud gubernurnya berjaga2 aj, kl bener ya dia udh siap, tp kl salah ya cari kambing hitam. Daripada ternyata bener tp dia gak siap2..malah bubrah..ya namanya aj dia punya tanggung jawab besar.
tapi untuk masalah ini, saya tetap ga percaya kl ada yg bs meramalnya. Baca blognya pak rovicky aj :p
December 24th, 2007 at 3:39 pm
Ramalan yang datang dari orang yang bukan profesor saja banyak yang percaya kok apalagi seorang profesor… …
Kurt’s last blog post..Diharuskan Riba
December 25th, 2007 at 4:12 am
banyak yang memanfaatkan kesempatan, hehehehe…
pudakonline’s last blog post..Label for our mouth!
December 25th, 2007 at 4:44 am
Sungguh susah menjadi masyarakat awam, mendengar berita tersebut tentunya membuat mereka bingung. Mo percaya pa enggak. Tiwas nggak percaya ternyata kejadian betul. Mau percaya tapi kata pemerintah itu nggak betul , dan mengenai penangkapan prof tersebut, bukankah jaman dulu justru orang2 yang vokal dan membawa kebenaranlah yang ditangkap? Jangan2 seperti itulah yang terjadi? Tentunya masyarakat awam memiliki bermacam-macam pikiran ….. dan mereka seperti layang2 terbawa angin..
Ani’s last blog post..Betapa Sulit Membagi CINTA
December 25th, 2007 at 9:58 am
kita lihat saja bagimana peran pemimpin itu!
peyek’s last blog post..Ada Apa Dengan K2?
December 25th, 2007 at 6:30 pm
sudah terbukti kan kalau beritanya cuman HOAX doang alias berita bohong… kasihan masyarakat yg terkena berita ini jadi was-was bahkan mereka bener2 mengungsi juga
totoks’s last blog post..Listrik
December 26th, 2007 at 7:37 am
jangan2 bukan profesor itu om… paranormal kalee
December 26th, 2007 at 9:36 am
sebetulnya kalau kita mau jeli, ternyata ramalannya sedikit benar, karena beberapa daerah di Indonesia telah terkena gelombang pasang yang besar! disertai banjir bahkan sudah ada beberapa korban jiwa. dan saya baca di koran ada satu bangunan hancur rata dengan tanah karena diterja gelombang pasang. tapi seharusnya ada atau tidak ada bencana kita harus waspada dengan cara merawat alam kita
December 27th, 2007 at 3:11 am
he..he..di sini juga sama bos…banyak yang pada ngungsi karena dikompori sama pemerintahnya sendiri
sekarang dah tanggal 26 des, berarti tuh ramalan bohong BESAR…tapi masih aja ada masyarakat yang belum berani pulang dari pengungsian. Kasihan masyarakat yang telah dibohongi mentah2 oleh pemimpinnya, dengan dalih WASPADA, SIAGA atau apalah namanya telah mengakibatkan banyak kerugian materiil dan non-materiil dan yang pasti pemborosan atau bahkan ladang korupsi baru bagi pemerintah daerahnya.
petroek’s last blog post..Paman Google di rumah
@petroek:
harus bagaimana lagi… dari pada meninggal ya kan? Tapi saya tetap bertahan kok di rumah asalkan akses internet kagak down