gempaLagi-lagi isu soal gempa besar yang akan melanda Sumatra Barat pada tanggal 23 Desember 2007 mendatang. Sungguh sebuah malapetaka besar bagi perantau karena harus berpisah dengan keluarga dikampus kalau musibah ini kembali terjadi di Padang.

Isu soal gempa yang akan melanda Sumatra Barat pada tanggal 23 Desember sudah beredar semenjak pada bulan November dan bahkan kabar burung sempat beredar sejak gempa melanda Bengkulu pada bulan Oktober. Tidak tau biangnya dari mana, yang jelas menurut kabar yang sudah beredar luas dikalangan masyarakat dan nampaknya itu benar adalah

“… keluarga Gubernur dan Walikota sudah diungsikan ketempat yang aman, dan tempat tersebut tidak akan diketahui oleh masyarakat…”

Kalau pun memang demikian, no comment dari saya.

Dan yang lebih parahnya lagi ketika kemaren, kuliah dengan salah seorang dosen yang ceplas-ceplos ngomongnya. Dan kebetulan saya ketika itu lagi survei ke lapangan dan tidak terlalu telat sech datang. Kuliah ketika itu relatif tidak fokus dan dapat dikatakan tidak ada kuliah yang ada hanyalah tawa canda. Obrolan ketika itu langsung terfokus kepada isu gempa yang akan melanda Sumatra Barat pada tanggal 23 Desember. Dan si bapak pun memberikan alasan kenapa tanggal 23 yang dipilih bukannya tanggal 31 atau tanggal 1 aja ketika pegawai pada gajian.

Menurut si bapak dan memang gitu lah,

“Kejadian gempa di beberapa tempat didunia itu sudah ada dan diketahui oleh salah seorang profesor geologi yang tinggal di Brazil. Profesor ini sudah memprediksi akan terjadi gempa besar dan menewaskan puluhan ribu jiwa di beberapa negera seperti di Meksiko, Pakistan dan yang terakhir di Bengkulu. Dan yang membuat kita takut adalah, gempa yang diprediksinya tersebut dan waktu kejadiannya memang selalu tepat. Nah si profesor ini pun juga akan memprediksi akan terjadi gempa yang akan melanda kota Padang pada tanggal 23 Desember 2007 mendatang dengan skala di atas 9,0 skala richter.

kalau pun prediksi itu benar, sampai jumpa kepada anda sekalian dan hari ini adalah kuliah kita yang terakhir

Tetapi yang bikin anechnya, si profesor selalu mimpi gempa dan mimpinya tersebut selalu kejadian. Lalu kenapa Tuhan memberikan mimpi kepada orang yang jauh di Brazil bukannya kepada pakar gempa yang ada di Padang atau di Indonesia?

Selain prediksi melalui mimpi oleh profesor tersebut, dia dan beberapa profesor geologi lainnya juga sudah menghitung-hitung dengan akurat siklus 200 tahunan gempa di Padang dan astaga (si bapak mencontohkannya dan menghitung sendiri) tanggal 23 Desember 2007 pada tahun ini dan minggu depan.

Jadi, kalau anda percaya silahkan, karena tidak akan menambah rukun iman.

Nah pertanyaan demi pertanyaan ketika perkuliah tersebut banyak sekali dari rekan-rekan, tetapi karena sudah saatnya istirahat dan akan ada kuliah lagi setelah itu, kami semua ikut aja kata-kata si bapak, dari pada sakit perut.

Memang benar apa yang disampaikan oleh si bapak tersebut. Rukun iman tidak akan bertambah kalau kita ikut percaya dengan apa yang dikatakan oleh profesor Brazil tersebut. Tapi kalau memang itu terjadi, pesan saya hanyalah “maju terus blogger Indonesia!”.

Padang Kota Tercinta.