Beberapa hari yang lalu, sebelum pak JaF dalam kunjungannya tersebut pak JaF juga ikut mewawancarai acara yang akan dilakukan oleh komunitas blogger pada tanggal 30 Desember 2007
Read the rest of this entry »
?????Lagi-lagi kepengen dengerin radio. Radio, ya sebuah alat komunikasi suara yang sudah mulai terlupakan dan sudah digantikan dengan alat komunikasi yang lebih canggih lagi. Tak hanya media broadcast didalam negeri, radio broadcast berbahasa Indonesia diluar negeri pun sudah mulai terlupakan.
Radio berbahasa Indonesia diluar negeri sudah lama bergeme seperti BBC Indonesia dan VOA Indonesia, mungkin hanya kedua perusahaan media kaliber dunia tersebut yang paling kita kenal, namun masih banyak lagi perusahaan-perusahaan yang nonprofit yang mengudara dalam bahasa Indonesia dan tak kalah tanding dengan kedua perusahaan media di atas. Kali ini saya akan coba membagi info seputar radio berbahasa Indonesia diluar negeri yang saya ketahui, diantaranya:
-
BBC Indonesia – perusahaan media yang bermarkas besar di UK ini sudah menjadikan bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa pengantar sudah dimulai sejak 30 Oktober 1949. Sampai kini BBC tetap mekar dan jaya diudara berkat radio mitranya diIndonesia yang menyiarkan secara live.
-
VOA Indonesia -”Anda sedang menyimak Voice of Amerika langsung dari Washington”, kata tersebutlah yang kita dengar ketika kita mendengarkan acara VOA baik live, streaming ataupun podcast. Nah radio yang satu ini seperti nama nya sudah barang tentu bermarkas di USA.
-
Radio Taiwan Internasional – Radio yang bermarkas besar di Taiwan ini merupakan salah satu media yang mendapatkan tanggapan paling positif dan jumlah pendengar terbanyak dari kalangan orang pribumi yang bekerja di Taiwan. Saya pernah mendengarkan salah satu acara yang disiarkan dan ternyata acara tersebut sapa menyapa bagi para TKI yang bekerja disana. Selain itu radio ini juga wadah untuk pengembangan diri, mulai menulis, nyanyi dan sebagainya bagi para orang pribumi yang bekerja disana.
Beberapa waktu yang lalu saya sempat jalan-jalan di Yahoo dan menembukan sebuah nama blog yang ya… gitulah (baru maksudnya n kagak biasanya). Yang saya tau bapak yang punya blog tersebut merupakan salah satu karyawan di kampus tepatnya di PusKom kagak tau bagian apa.
Rindu rasanya ketika mengingat masa kecil. Di Padang setiap hari Minggu subuh harinya bagi anak-anak yang mengaji di mushalla atau masjid diwajibkan datang ke masjid sebelum sholat shubuh untuk mengadakana acara Didikan Subuh. Acara tersebut dilaksankan setiap hari Minggu setiap minggunya. Kebayangkan bagaimana wajah anak-anak yang mengikutinya, ada yang masih ileran, ada yang masih ngantuk, ada juga yang kagak pake sarung cuman celana pendek aja, tapi mereka melaksanakannya dengan riang (maklumlah). Didikan subuh ini ditujukan kepada seluruh santri yang mengaji disebuah masjid dan batasan umur mereka antara 5-15 tahun dan tahun lalu pemerintah kota Padang juga sudah melaksanakan kegiatan wirid Remaja yang isinya anak sekolahan mulai dari anak SD sampai dengan SMA, untung anak kuliahan kagak di ikut sertakan, syukur-syukur-syukur.
Lagu Qasidah atau Qosidah merupakan lagu religius yang cukup membumi pada era 70-an. Lirik Lagu ini berisi puji-pujian kepada Allah dan Nabi Muhammad dan juga berisi nasehat-nasehat. Pada waktu aku masih SD sering terdengar di Mesjid-mesjid dan musholla atau surau didendangkan lagu qasidah dan juga ketika gotong royong di surau, ada yang kurang rasanya jika tidak diputar kaset lagu qasidah. Sehingga klo denger lagu qasidah, ingat waktu gotong royong di surau ketika masih mengaji. Acara MTQ pada bulan ramadhan juga sering diperlombakan lagu-lagu qasidah. Namun, sekarang lagu qasidah seakan tenggelam dengan adanya lagu-lagu dangdut, pop dan juga lagu rohani seperti nasyid.

Beberapa waktu yang lalu, undangan untuk berkumpul kepada seluruh blogger Minang sudah disebarkan dan dalam undangan tersebut dituliskan waktu untuk berkumpul adalah tanggal 25 Desember 2007 tepatnya kemaren. Saya dan kucingair pergi berdua ke tempat yang dijanjikan yakni di pondok lesehan rumah makan ayam bakar dan ikan bakar Lubuk Idai. Makanannya sangat enak walaupun orang Padang makan dinegeri orang Padang juga he he he he. Ternyata alam tidak merestui. Hujan yang mengguyur sejak hari Rabu sampai dengan hari Jum’at pagi membuat pertemuan tersebut tidak jadi di undur.
Nah bagi blogger Minang yang sudah berkunjung ke blog saya ini dan sudah membaca tulisan yang satu ini, saya mohon untuk mengunjungi blog acara tersebut. Kata si kepala sukunya sech kalau kagak hari Sabtu atau kagak Minggu dalam minggu ini.
Hari Sabtu ada kuliah yang kagak bisa dihindari lagi, habis udah ngulang sech, dan hari Minggu sudah jadwal nya nonton cartoon, waduh……
Tapi bagi blogger Minang sekali lagi, marilah kita ramaikan acara perhelatan blogger Minang ini sekalian kopi darat gitu ganti! Untuk info lebih lengkap silahkan kunjungi:
Rabu morning, tugas proyek akhir harus selesai dan pagi-pagi ke pasar dech nyari lontong dari pada perut lapar ketika bekerja di wordkshop. Masalahnya sudah dua minggu ini proyek akhir yang sudah diseminarkan tersebut masih belum ada kemajuan, proposal perlu diperbaiki lagi. Ya… Tuhan! Sebelum makan lontong, kebetulan disebelahnya ada loper koran, jadi baca koran dulu. Niatnya nyari majalah PCMEDIA dan sekawan, tetapi malah menemukan salah satu koran daerah yang beritanya pernah saya tulis sebelumnya dan kabar dari si bapak dosen tersebut memang benar dan juga celotehannya akurat (kagak akurat benar sech).
Beritanya kagak panjang sampai satu halaman penuh, tapi enak dibaca dan itulah yang namanya koran. Saya baca sepintas lalu baru makan lontong dan setelah makan lontong barulah di baca sepuas-puasnya, sempat kagak bayar sech, tapi si bapak lopernya baik hati kok. Semoga korannya laris yo Pak.
Isu tersebut memang sudah mencuat ketika bulan lalu, dan semakin mendekati tanggal yang diramalkan kayaknya isu tersebut terus membara. Si penyebar isu tersebut bernama Jucelino Nobrega da Luz. Seorang guru SMU. Paranormal?? Tak tau lah, mantan pelatih aja bisa menjadi nabi apalagi guru. Namun saya tidak terkejut apakah dia guru, kepala sekolah, pelatih, tukang masak atau apakah pekerjaan lainnya, namun ada satu kalimat yang bikin saya sakit hati, kecewa, dan ketauan bodohnya negara ini.
“… yang sengaja menyampaikan informasi itu untuk mencari popularitas dan imbalan uang dari pemerintah Republik Indonesia…”


